Loading...

Ketum BPI Apresiasi Kapolda Sumut Atas Ditangguhkannya Penahanan Wartawan Online

IMG-20180315-WA0032

Medan  JAYANTARA NEWS

FB_IMG_1515036941798

Seorang wartawan salah satu Media Online di Kota Medan LS yang sempat ditahan akibat dugaan telah melakukan pencemaran nama baik Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw, akhirnya ditangguhkan. Hal ini tidak terlepas berkat bantuan mediasi dari organisasi Media Online JOIN dan IWO, selain sepenggal surat yang disampaikan tersangka kepada Kapolda.

Mencermati isi surat tersebut, LS mengungkapkan penyesalannya atas pemberitaan yang sudah dibuat yang berimbas pada dirinya diproses secara hukum dan dipenjara.

Berikut ungkapan LS yang dituliskan dalam sebuah surat :

Kepada Yth,
Bapak kapolda Sumut Irjen Polisi Drs Paulus waterpauw
cq Direktur Ditreskrimsus Polda Sumut Kombes Polisi Toga Habinsaran Panjaitan

Saya yang bertanda tangan di bawah ini,
Nama : LS (Diinisialkan Redaksi)
Agama : Kristen
Alamat : Bonan Dolok, Kecamatan Sijamapolang, Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara
Pekerjaan : Wartawan dan Guru

Melalui perantaraan surat ini, dengan penuh penyesalan, saya memohonkan maaf dan kebijaksanaan dari Bapak, baik sebagai Kapoldasu dan orangtua. Saya menyadari sepenuhnya, karena kekurangahlian saya dalam menulis, sehingga telah mencemarkan nama baik Bapak kapolda Sumut Irjen Polisi Paulus Waterpauw. Karena saya telah menulis berita yang tendensius.

Saya sudah berusaha menulis secara berimbang. Namun saya lalai dalam memilih judul dan tidak akurat serta pilihan kata yang kurang etis, sehingga tulisan saya telah mencemarkan nama baik Bapak. Kelalaian itu tidak lepas dari usia saya yang masih muda dan kurang pengalaman.

Kejadian ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya. Saya masih muda dan ingin terus bisa berguna untuk agama, keluarga, bangsa dan tanah air saya, Indonesia.

Izin kan saya bercerita kepada Bapak. Sampai saat ini saya menafkahi dan membiayai perkuliahan tiga orang adik saya. Mereka bertiga kini sedang kuliah di perguruan tinggi. Karena itu, saya berat sekali memikirkan kondisi saya hari ini. Saya tidak ingin adik-adik saya sampai putus sekolah, Pak.

Berat sekali bagi saya untuk menceritakan kejadian ini kepada ketiga adik saya dan juga kepada calon istri saya. Kami sudah berencana menikah bulan Juni 2018 mendatang. Dengan kejadian ini, saya benar-benar sedih sekali, Bapak. Dikarenakan kesalahan saya, nama baik Bapak Kapoldasu tercemarkan dan di saat bersamaan, adik saya dan keluarga serta calon istri saya turut merasakan dampaknya.

Saya berharap Bapak Kapolda bermurah hati dan memaafkan saya. Saya berharap Bapak berkenan memberikan saya kesempatan kedua untuk memperbaiki diri. Saya berjanji akan berubah menjadi manusia yang lebih baik untuk republik ini.

Sekali lagi, dengan kerendahan hati, dan dari lubuk hari yang terdalam, saya meminta maaf kepada Bapak. Saya mohon bapak bersedia melihat permohonan maaf saya ini seperti seorang Ayah kepada anak laki-lakinya.

Medan, 8 Maret 2018

Dari paparan di atas, layaknya dijadikan sebuah pembelajaran bagi rekan-rekan kuli tinta baik cetak maupun online, dan jadikanlah sebuah pembelajaran, agar berhati-hati dan tentunya proporsional. Demikian disampaikan TB Rahmad Sukendar, Ketua Umum BPI KPNPA RI (Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara Pengawas Anggaran Republik Indonesia), yang turut peduli atas kiprah dan kinerja para wartawan sebagai penyampai informasi ke publik, ditemui JAYANTARA NEWS, Kamis (15/3/2018).

Beliau juga bangga kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Paulus Waterfau yang menanggapi dengan bijak dan berbuat dengan mengedepankan nurani nya sebagai Bapak, sehingga dapat memberikan maaf kepada anaknya yang telah keliru membuatkan opini mengenai kasus yang ditangani di Poldasu.
(Red JN)