Loading...

Sampah Liar Ilegal Menumpuk Di Sisi Sungai Cinambo Gedebage Kota Bandung

IMG_20180315_102200

Bandung – JAYANTARA NEWS

FB_IMG_1515036941798

Giat beberes sampah yang menjadi kontroversi di kalangan masyarakat, khususnya penghuni bantaran Sungai Cinambo, Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, kini digenjot kembali untuk dibebenah, Senin, 13-03-18 pukul: 10:00 WIB.

IMG_20180315_102137

Program Pusat Citarum Harum yang menjadi prioritas Jawa Barat itu, yang selama ini digembar-gemborkan nyatanya masih menyisakan kurang kesadarannya dari masyarakat.

Staf Ekbang Kelurahan Ciskid, Beti S, menjelaskan, bebenah sampah ini dalam rangka mendukung Program Pusat, Citarum Harum yang turun ke bawah dan tanggung jawab Pangdam, sampai ke kita di kelurahan, jelasnya.

Anak Sungai Citarum Cinambo sepanjang 7 Km, dan tepatnya di lokasi Ciskid, Tim Gober terus bebenah, terkait sampah yang diindikasi dibuang ke sungai. “Memang ini bukan penampungan sampah, dan ini titik rawan. Dengan adanya masyarakat pendatang, dan bukan tempat pengolahan sampah, tapi masyarakat masih kurang kesadarannya, dan sering gonta ganti orang, kita terus sosialisai tentang K3 nya. Pernah dieksekusi tapi masih membandel, sehingga masalah jadi berat seperti ini,” tutur Beti.

IMG_20180315_102148

Terpisah, Mulyadi mengungkapkan,” saya selaku Babinsa di sini, tetap mendukung pimpinan kami terkait Program Citarum Harum, dan akan terus berkordinasi dan berkolaborasi dengan yang lain agar terus ada pembinaan kepedulian lingkungan, dan terus membantu, bahwa jangan buang sampah ke walungan, karena TNI saat ini bahu membahu terus melaksanakan giat Citarum Harum, selebihnya pihak kami sedang BKO di sungai,” ungkapnya.

Perihal kordinasi terkait sampah di Cisaranten Kidul, kebetulan JN tidak bertemu langsung, berhubung Lurah Ciskid, Dadang Sobandi, dan Seklur sedang giat rapat kecamatan, dan tidak bisa mendampingi langsung gober yang bebersih sampah.

IMG_20180315_102125

Pengelola sampah di lokasi angkat bicara saat dikonfirmasi langsung,” sampah ini murni warga RW 08, dan masalah sampah di sini dari tahun ke tahun tak pernah tuntas, bahkan bak penampung sampah itu jarang diangkat. Sehari hanya dua rit oleh roda tiga, bahkan sampah plastik dipilih untuk dijual, dan jelas swadaya, menyerap pengangguran yang ringankan tugas kelurahan,” pungkasnya.
(Chok Hendra JN)