Loading...

Terkait Dugaan Penyelewengan Anggaran Desa Yang Dilakukan Kades Lenek Lotim, Kaur Menepis!

IMG_20180314_175836

NTB – JAYANTARA NEWS

FB_IMG_1515036941798

Dikonfirmasi JN ketika bersambang ke rumahnya, di Dasan Baru, pada Rabu (14/3), Maspakel Dane Rahil, selaku Ketua BPD Lenek Ramban Biak, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, menjelaskan, bahwa aksi demo pada bulan Februari lalu, itu karena ketidakpuasan warga Lenek khususnya di Ramban Biak, terkait persoalan dengan Kepala Desa yang terindikasi menyalahgunakan anggaran dana desa.

IMG_20180314_175816

Di tahun 2017, kata Rahil, ada ADD untuk merenovasi Kantor Desa, dan itu jelas tertulis di APBDes, dan dana itu sekitar lebih kurang Rp 105 juta. Tapi tidak terlaksana, dan ada juga dana dari PBH untuk pengadaan sepeda motor sebanyak 2 (dua) unit, tertulis juga di APBDes, namun fisiknya tidak ada. Begitu pun dengan pengadaan alat kantor seperti WIFI.

Namun sangat disayangkan, tidak adanya Inspektorat yang datang untuk mengaudit Dana Desa tahun 2017. Hal ini sebagaimana diungkapkan Maspakel Dane Rahil, Rabu (14/3), kepada JN.

Saat Tim JN mengklarifikasi persoalan tersebut kepada Kades terkait, nyatanya sedang tidak berada di tempat.

IMG_20180314_175758

Hingga akhirnya, Tim menemui Nasrudin, selaku Kaur Pemerintahan. Nasrudin menjelaskan, bahwa dari tahun 2015, 2016, 2017 dan sampai saat ini, tidak ada Sekdes, cukup dengan Kaur Pemerintahan yang menjalankan tugas Sekdes, ucapnya.

Adapun keterkaitannya dengan anggaran desa yang diduga diselewengkan Kades, Nasrudin pun menuturkan, bahwa dana itu sudah dialihkan sesuai dengan anggaran perubahan. Maksudnya bisa saja digunakan untuk Pilkades, maupun dialihkan ke yang lain, tepis Nasrudin.

Alih-alih, menurut penyampaian Ketua BPD, bahwa ada dana desa yang diperuntukkan rumah kumuh (orang miskin) yang harus diterima. Diberikan tapi tidak sepenuhnya jadi. Inilah yang membuat warga Lenek Ramban Biak tidak puas dengan kinerja Kepala Desa setempat. (THR JN )