Loading...

Satgas Pamtas Yonif 320 Badak Putih Lakukan Giat Sosial Di Desa Sei Kelik Sintang Kalbar

IMG_20180710_021001

JAYANTARANEWS.COM, Sintang

IMG_20180628_215930

Sesuai dengan amanat Undang Undang No 34 Tahun 2004 tentang TNI, Pasal 7 ayat 2 huruf (b), yaitu yang meliputi  Operasi Militer Selain Perang (OMSP) salah satunya adalah mengamankan wilayah perbatasan, membantu tugas Pemerintahan di daerah, membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan.

Hal itu pula yang dilakukan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (SATGAS PAMTAS) Batalyon Infanteri Yonif 320/Badak Putih di Desa Sei Kelik, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Seperti yang dijalankan Dansatgas Pamtas Yonif 320/Badak Putih, Letkol Inf Imam Wicaksana, pihaknya telah  melakukan sweeping dan pemeriksaan terhadap masyarakat dan Warga Negara Asing (WNA) yang berlalu lalang di area gerbang perbatasan. Juga, pihaknya bertugas untuk mengidentifikasi adanya Illegal Logging dan Illegal Trespassing (Pelintas Batas Illegal), ujarnya kepada JAYANTARANEWS.COM, Selasa (09/07/18).

IMG_20180710_020948

Selain itu, Imam juga melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan bersama anggotanya dengan melakukan  pengobatan, membangunkan sarana publik, mengajar di sekolah – sekolah pedalaman, sekaligus melakukan pembinaan wawasan kebangsaan dan nasionalisme kepada masyarakat perbatasan.

Lebih lanjut Imam mengatakan, karena banyaknya warga masyarakat kampung Sungai Kelik dan desa sekitar kampung terkendala dalam hal menyeberang, karena ketiadaannya jembatan penyeberangan, maka kami berinisiatif untuk membuat rakit guna kelancaran dan kepentingan hajat hidup masyarakat Desa Sei Kelik, ucapnya.

IMG_20180710_020937

Sementara itu, Kepala Desa Sei Kelik Yusuf mengatakan,” kami sangat berterimakasih dengan bantuan dari Prajurit Satgas 320 yang membuat rakit untuk digunakan masyarakat Sei Kelik, karena sebelumnya, masyarakat menggunakan sampan yang sekali menyeberang hanya bisa ditumpangi 2 orang, sedangkan dengan rakit buatan Prajurit Satgas 320, masyarakat bisa 10 – 15 orang sekali menyeberang menuju ladang, pungkasnya. (Tim JN)