Loading...

Miris! Jembatan Ampera Tak Terperhatikan, Pemkab Ciamis Seolah Buta

IMG_20181209_004024

JayantaraNews.com, Ciamis

Kondisi Jembatan Ampera yang menghubungkan Desa Cikaso dan Desa Sindangrasa sangat mengkhawatirkan. Bantalan kayu kelapa sepanjang jembatan sudah lapuk, diperparah lagi dengan besi yang sudah berkarat dan keropos. Hal ini sebagaimana dikatakan Sekretaris Badan Pimpinan Kabupaten — Lembaga Pemantau Anggaran Publik (BPK-LPAP) Kabupaten Ciamis, Hendra Juhara ditemui JayantaraNews.com di Kantor Sekretariat BPK-LPAP Jalan Cigayam Dusun Sukahurip RT 05 RW 01 Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Sabtu (8/12), yang selalu menerima masukan dan keluhan warga, terkait Jembatan Ampera.

Keberadaan Jembatan Ampera ini sangat vital bagi warga masyarakat Desa Cikaso, karena aktivitas warga banyak mempergunakan jembatan ini, seperti untuk ke sawah, dan banyak siswa yang bersekolah melewati Jalan Ampera.

Mirisnya, Pemerintah Kabupaten Ciamis dan dinas terkait seolah buta dengan kondisi Jembatan Ampera yang sudah tak layak digunakan.

Banyak warga yang melintas memakai kendaran roda 2 yang terperosok, begitu juga penjalan kaki yang sering melewati Jembatan Ampera sering tersandung kayu yang acak – acakan.

IMG_20181209_004045

Kami dari BPK-LPAP Kabupaten Ciamis, mendorong Pemerintah Kabupaten Ciamis dan instansi terkait segera memperhatikan keluhan masyarakat, jangan perhatian di kala ada maunya, tandas Hendra Juhara.

Joko, warga masyarakat Desa Sindangrasa sekaligus sebagai pengusaha batu bata kepada JayantaraNews.com mengatakan, bahwa dirinya merasa dirugikan. Kalau ada pemesanan batu bata dari konsumen di luar Desa Sindangrasa, dirinya harus memutar arah. Karena kondisi jembatan sudah tidak bisa dilalui kendaraan roda 4, sehingga jalan yang harus ditempuh sekarang harus memutar arah dulu.

Di tempat terpisah, Emuh Suryaman  Tokoh Masyarakat Desa Cikaso pada JayantaraNews.com di rumahnya, Sabtu (8/12) mengatakan, jembatan tersebut sementara ditutup untuk kendaraan roda 4, dan hanya bisa dilewati motor saja. Itu pun harus hati – hati. Ini semua demi keselamatan warga, katanya.

Ditutupnya jembatan untuk roda 4, berdasarkan hasil musyawarah antara warga Desa Cikaso dan Desa Sindangrasa, beralasan, bahwa kalau tidak ditutup akan membahayakan bagi pengguna jembatan, khususnya kendaraan roda 4.

Jembatan Ampera keberadaannya sangat vital, karena menghubungkan Desa Cikaso dengan Desa Sindangrasa.

Emuh, selaku Tokoh Masyarakat Desa Cikaso berharap kepada pemerintah pusat, pemkab, juga dinas terkait untuk segera turun ke lapangan melihat kondisi jembatan, jangan pura – pura buta, dan secepatnya memperbaiki jembatan Ampera tersebut, agar roda perekonomian masing – masing desa lebih meningkat, tandas Emuh.

Untuk Pemerintah Kabupaten Ciamis, dan instansi terkait, agar cepat tanggap dan turun ke lapangan melihat Jembatan Cikaso. ” Ini keluhan masyarakat loh, jangan diabaikan, kalau memang pemerintah pro rakyat, segera realisasikan, jangan butuh masyarakat kalau mau menjadi calon saja, tapi jangan lupa rakyat juga butuh perhatian pemerintah, apa lagi ini menyangkut kepentingan umum,” ungkapnya. (Budi JN)