Loading...

Soal Pindodelli II, Kadis LHK Karawang Siap Terima Audiensi LMP Karawang

JayantaraNews.com, Karawang

Tanggal 18 Mei 2018, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang resmi menutup plant Coustik Soda PT Pindodelli II, karena mengalami beberapa kali kebocoran dan sudah menyebabkan keracunan massal masyarakat di lingkungan perusahaan.

Setalah hampir 1 tahun tidak beroperasi, konon kabarnya, dalam waktu dekat ini akan segera beroperasi kembali?

Sebelumnya dikabarkan, bahwa syarat administrasi sudah terpenuhi, dalam bentuk sertifikasi dan izin operasional sudah terbit, tinggal uji coba atau trial saja.

Markas Cabang Laskar Merah Putih (LMP Marcab) Karawang yang sejak awal intens memberikan pendampingan untuk warga lingkungan yang menjadi korban keracunan massal dari dampak kebocoran Coustik Soda PT Pindodelli II, terus menyoal rencana beroperasinya kembali plant Coustik Soda.

Biro Sosial, Politik dan Humkam LMP Marcab Karawang Andri Kurniawan, kembali merespon rencana pengoperasian kembali Coustik Soda PT Pindodelli II. ” Prinsipnya kami tidak ada masalah dengan beroperasinya kembali plant Coustik Soda PT Pindodelli II. Tetapi, dalam hal ini ada sesuatu yang lebih penting dari sekedar investasi perusahaan. Yaitu persoalan kemanusiaan, harus ada garansi sebagai jaminan untuk masyarakat lingkungan yang pernah terdampak”.

” Kami dari LMP Karawang sudah menerima informasi pengaduan lagi dari beberapa perwakilan masyarakat lingkungan PT Pindodelli II. Mereka kecewa, karena tuntutannya tidak diakomodir, padahal mereka sudah memberikan draft kesepakatan yang sudah dilampirkan tanda tangan. Tapi kenyataannya, poin tuntutannya berubah,” jelas Andri.

Menyikapi hal ini, kami LMP Karawang sudah mengagendakan rapat audiensi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang. ” Karena sebelumnya, saya sempat membaca di salah satu media massa, bahwa Pak Kadis LHK Karawang menjamin segala sesuatunya jika terjadi kembali kebocoran Coustik Soda pada PT Pindodelli II,” sebutnya.

” Menurut saya, masalah ini tidak cukup dengan pernyataan lisan saja, harus dituangkan dalam bentuk kesepakatan bersama. Oleh sebab itu, hari Senin saya meminta agar DLHK Karawang dapat menghadirkan juga perwakilan management PT Pindodelli II, supaya segera ada kepastian jaminan untuk warga di lingkungan perusahaan, dan saya sudah menghubungi pak Wawan Setiawan, Kadis LHK Karawang. Beliau siap menerima kami dalam forum audiensi nanti,” ujar Andri.
(001 Jn)