Loading...

Diduga Bagikan BPJS & KIS Sebagai Programnya, Caleg Padaherang Terancam Pidana

IMG-20190416-WA0130

JayantaraNews.com, Pangandaran

Panwas Kelurahan/Desa (PKD) Desa Cibogo, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, menemukan program negara yang digunakan untuk berkampanye oleh salah satu Calon Anggota Legislatif Dapil 2 (Kecamatan Padaherang-Mangunjaya). Program itu adalah BPJS/KIS untuk masyarakat yang tidak mampu.

” Pembagian BPJS/KIS tersebut dilaksanakan pada hari Senin 15 April 2019, padahal hari ini sudah masuk tahapan “Masa Tenang”.

Seseorang berinisial SR, membagikan BPJS/KIS dengan cara  door to door sembari menitipkan salah satu caleg, seolah-olah itu adalah program si caleg, padahal sudah jelas bahwa itu adalah program Pemerintah yang dibiayai oleh APBN dan APBD,” ujar Ketua Panwascam Padaherang, Rohimat Resdiana kepada JayantaraNews.com, Selasa (16/0419).

Merujuk kepada aturan, lanjut Rohimat, hal ini melanggar ketentuan Pasal 523 ayat 2  Juncto Pasal 278 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, yang berbunyi “Setiap pelaksana, peserta, dan/atau tim Kampanye Pemilu yang dengan sengaja pada Masa Tenang menjanjikan atau memberikan imbalan uang atau materi lainnya kepada Pemilih secara langsung ataupun tidak langsung, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 278 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling banyak Rp. 48.000.000,00 (empat puluh delapan juta rupiah),” terangnya

Sapjan Supriadi (36) seorang Panwas Kelurahan/Desa (PKD) Desa Cibogo, Kecamatan Padaherang menuturkan, pada saat dirinya bersama Pengawas TPS setalah melakukan Apel Patroli Anti Money Politics di halaman Kantor Kecamatan Padaherang yang digelar oleh Panwascam Padaherang, mendapat informasi awal dari warga yang mendapat Kartu BPJS/KIS.

” Setelah ditelusuri, faktanya memang benar adanya, bahwa itu dipakai ajang mengkampanyekan salah satu calon anggota legislatif. Hal ini sudah saya laporkan form A hasil pengawasannya kepada Panwaslu Kecamatan Padaherang untuk segera dilakukan pengkajian,” pungkasnya. (Nana JN)