Di Tahun 2018, DPRD Pangandaran Lahirkan 12 PERDA

IMG-20190626-WA0015

JayantaraNews.com, Pangandaran

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pangandaran telah melahirkan 12 Peraturan Daerah (PERDA) di tahun 2018.

” Hasil inisiatif DPRD ada 5 Perda, dan hasil inisiatif dari Pemerintah Daerah ada 7 Perda,” kata Jajang Ismail, Ketua Komisi I DPRD Pangandaran.

Menurut Jajang, Perda hasil inisiatif DPRD jadinya cenderung lama, hingga mencapai kisaran waktu 6 bulan, karena ada naskah akademiknya, dimana naskah tersebut dikaji bersama tim ahli.

” Proses sampai sah menjadi Perda, sebelumnya diolah terlebih dahulu di badan pembuat Perda, lalu dikonsultasikan ke Biro Hukum dan Kanwil Menkumham beserta ke Tim Kajian Naskah Akademik. Setelah ada pembahasan Legal Drafting, baru diparipurnakan, setelah diparipurnakan lalu ditunjuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengoreksi hasil tersebut. Makanya setiap Perda itu memakan waktu selama 6 bulan,” jelasnya.

Terkait dengan anggaran, setiap pembuatan satu Perda, hasil inisiatif DPRD mencapai dikisaran angka sebesar 30 jutaan, sementara hasil inisiatif Pemda mencapai dikisaran 15 jutaan.

Jajang menambahkan, pembentukan Perda tersebut, didorong atas dasar kinerja dan program pembangunan sesuai yang diharapkan masyarakat, untuk kepentingan program kerja dalam pelayanan masyarakat dan kemajuan pembangunan.

Selain sebagai penampung kekhususan dan keragaman daerah serta penyalur aspirasi masyarakat di daerah, juga sebagai instrumen kebijakan untuk melaksanakan otonomi daerah dan tugas pembantuan sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar Republik Iindonesia (UUD RI) Tahun 1945 dan Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah.

” Diharapkan, 12 Perda tersebut dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pemerintah, khususnya dalam hal pembangunan di daerah,” pungkasnya. (Nana JN)