Loading...

BPI KPNPA RI Sumbar & Forum Ulama Dukung Irjen Pol Fakhrizal Jadi Orang No 1 Sumbar

IMG-20190712-WA0090

JayantaraNews.com, Sumbar

IMG-20190712-WA0089

Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) wilayah Sumatera Barat, telah memberi instruksi kepada BPI KPNPA RI Kota Padang, Kabupaten Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Kota Solok, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Bukittinggi, Kota Sawah Lunto, Kabupaten Dhamas Raya, Kabupaten Mentawai, Kabupaten Pasaman, mendukung penuh terhadap Irjen Pol Fakhrizal, untuk maju sebagai Calon Gubernur Sumatera Barat.

Hal ini ditegaskan Dt Rajo M Yusni, selaku Plt Ketua Wilayah BPI KPNPA RI Sumbar, saat mendampingi Ketua Umum dan Forum Ulama BPI KPNPA RI bertemu dengan Asrena Polri mewakili Kapolri dan jajaran di Mabes Polri Jakarta, Jum’at, 12 Juli 2019, dalam bersama membahas kesiapan dan dukungan dari BPI KPNPA RI dan Forum Ulama-nya yang sudah terbentuk di 27 Provinsi, dan berperan aktif dalam kegiatan Cipta Kondisi di wilayah provinsi yang dalam waktu dekat ini mengadakan perhelatan pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota.

Dalam kesempatan tersebut, terjadi dialog cukup akrab dan santai diselingi senda gurau dari beberapa perwakilan ulama dan ustadz, yang menyatakan siap berkontribusi penuh memberikan pencerahan terhadap umat di daerah, khususnya di Provinsi Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, dan Kepulauan Riau, yang akan mengadakan pemilihan gubernur masa bhakti 2020 s.d 2025, agar proses Pemilukada dapat berjalan dengan baik, aman dan sukses.

IMG-20190712-WA0086

Dalam kesempatan dialog tersebut, perwakilan BPI KPNPA RI Sumbar dan Jakarta mewakili ‘urang minang perantauan’,  meminta kepada Kapolri melalui Asrena Polri, agar merestui pencalonan Irjen Pol Fakhrizal, maju sebagai calon Gubernur Sumatera Barat, dikarenakan sosok dari Irjen Pol Fakhrizal adalah sosok putra daerah, dan banyak dibicarakan warga masyarakat minang di Sumbar maupun yang ada diperantauan, yang sangat mengharapkan untuk maju sebagai Calon Gubernur di Sumbar.

Alhasil, gayung bersambut dari Asrena Polri, yang merespon penuh dan akan menyampaikan secara langsung kepada Kapolri sekaligus juga menyampaikan permohonan maaf dari Kapolri, dikarenakan ada perintah mendadak dari Presiden Jokowi, hingga beliau tidak bisa menemui Jajaran BPI KPNPA RI dan Forum Ulama-nya yang hadir, dan mewakilkan langsung kepada Asrena Polri untuk bertemu dan berdialog di ruang Rapat Asrena Polri.

Dukungan dari warga masyarakat dan elemen masyarakat kepada  Putra Bukit Tinggi Fakhrizal pun semakin gencar, mengingat figur Urang Minang itu yang sangat lembut, namun tanpa kehilangan sikap tegas dalam penegakan hukum.

Sikap itu sarat dengan pendekatan nilai “Minang genius” (kearifan lokal – kecerdasan Minang), yang ditunjukan kepada masyarakat maupun anggotanya yang ternyata melakukan tindakan melawan hukum.

Imbas kamtibmas yang terkendali dengan baik, hingga harapan masyarakat, agar Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakrizal, M.Hum, bersedia menjadi Gubernur Sumatera Barat.

Sementara itu, TB Rahmad Sukendar, SH, selaku Ketua Umum BPI KPNPA RI, dikonfirmasi JayantaraNews.com, Jum’at (12/7), ditanya terkait dukungannya terhadap pencalonan Irjen Pol Fakhrizal sebagai Gubernur Sumbar, ia memaparkan. ” Rencananya, road show BPI KPNPA RI akan berlanjut ke Sumatera Barat pada hari Senin depan tanggal 15 Juli 2019, guna bertemu dan silaturahmi dengan beliau (Irjen Pol Fakhrizal) di Mapolda Sumbar,” katanya.

Rahmad menambahkan, kunjungan BPI KPNPA RI itu, guna memberikan dukungan dan mendorong beliau untuk maju sebagai calon Gubernur Sumatera Barat, ujarnya.

Menurutnya, bukan sekedar rayuan masyarakat, bahkan dirinya memberi pengakuan kelayakan. Artinya, ia benar-benar menepati komitmennya untuk memberikan dukungan penuh, urai Rahmad.

Sebagimana diketahui, bahwa di antara nama-nama besar yang diprediksi bakal atau diminta maju dimulai dari proses menjadi bakal calon gubernur, adalah cukup banyak. Di antaranya 10 nama besar rekam jejak Prokabar, yang dipandang sudah berbuat bagi kemajuan Sumatera Barat. Mereka ialah: 1). Fakhrizal (1,222 dari 3280, 37.26%), 2). Indra Catri (659 dari 3280, 20.09%), 3). Mahyeldi (651 dari 3280, 19.85%), 4). Nasrul Abit (277 dari 3280, 8.45%), 5). Muhammad Shadiq Pasadigoe (138 dari 3280, 4.21%), 6). Mulyadi (95 dari 3280, 2.90%), 7). Riza Falepi (89 dari 3280, 2.71%), 8). Ali Mukhni (62 dari 3280, 1.89%), 9). Ganefri (56 dari 3280, 1.71%), 10). Epyardi Asda (31 dari 3280, 0.95%).

Rahmad membeberkan, bahwa ada berberapa fakta pendukung dan terekam jejak sukses Fakhrizal, yang menguat menjadi Gubernur Sumatera Barat itu. Dianalisis dari temuan Prokabar, di antaranya, pertama, sosok kepemimpinan yang transformatif harapan masyarakat. Dambaan harapan ini tertumpang pada Fakhrizal.

Kedua, komunikasi atas bawah lancar, selanjutnya gubernur kedepan berpotensi menjadi menteri lagi. Potensi ini dimiliki Fakhrizal, ulas Rahmad lagi.

Namun yang menarik, fakta ditemukan sukses Fakhrizal sebagai hasil penelitian tahun 2017 dan 2018 oleh Drs TB Rahmad Sukendar, SH selaku Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI). Temuan ini disiarkan masmedia dan beredar di medsos.

Dengan temuan sukses Fakhrizal itu, Ketua Umum BPI KPN PA RI menganugerahi Piagam Penghargaan dan Award BPI KNPA RI 2017 terhadap Irjen Pol Fakhrizal, M Hum Kapolda Sumbar ini, di Mapolda, 19 Oktober 2017.

Award penghargaan BPI KPNPA RI kepada Kapolda Sumbar, mendapatkan apresiasi Kapolri dan Presiden RI terkait kategori sebagai Kapolda terbaik, dekat dan dicintai masyarakat Sumatera Barat.

Rahmad Sukendar dengan timnya, melakukan penelitian di tujuh kabupaten/kota di Sumatera Barat (Sumbar) sejak Februari 2018 lalu, untuk mengukur kinerja aparat Kepolisian di Ranah Minang.

Rahmad mengatakan, bahwa persepsi masyarakat pada tujuh kabupaten/kota itu memperkuat, bahwa Irjen Pol Fakhrizal, Kapolda Sumatera Barat dipandang mampu mengendalikan kamtibmas secara baik dan sejuk dengan pendekatan lokal.

Pendekatan lokal tentu sudah dimiliki Fakhrizal, bukan saja ia orang Minang lahir di Bukittingi dan besar di Padang itu, juga kaya dengan pengalaman dan kuat dengan energi persahabatan di ranah Minang ini, di samping pengalaman dan jam terbang yang pernah bertugas di berbagai daerah di Nusantara.

Karenanya beralasan, lanjut Rahmad, jika pengalaman dan kekuatan lokal yang digunakannya berpotensi mengantarkan Fakhrizal menuju Sumbar 1. ” Ia boleh dicatat satu di antara bintang Bhayangkara di langit Minang ini,” Kata Rahmad, 15 Juli tahun lalu.

” Masyarakat Sumbar menyukai pendekatan yang dilakukan oleh Fakhrizal, sehingga membantu tugasnya dalam menjalankan tugas kamtibmas. Dia dianggap sebagai sosok pemimpin yang memiliki kepedulian sangat tinggi, terutama kepada masyarakat kecil di samping  menyantuni anggotanya di lingkungan Polda Sumbar, juga menerima masyarakat Sumbar dari bermacam lapisan yang ingin bertemu, dibarengi dengan sapa, senyum dan keramahan diri pribadi Fakhrizal.”

Sungguh pun demikian, kata Rahmad, di balik pendekatannya yang lembut kepada masyarakat, Irjen Fakhrizal tidak kehilangan sikap tegasnya.

Tegas dan santun Irjen Fakhrizal sebagai Kapolda Sumbar kepada anggota, terkesan pada penugasan ratusan personel anggota Satuan Brimob dan Shabara membantu Polda Metro Jaya dalam pelaksanaan tugas negara pengamanan ‎pemilihan Presiden. Mereka disambut dengan haru dalam linang air mata dan keluarga saat kembali ke pangkuan Polda Sumbar, di Hanggar BIM, 2 Juli lalu.

Ia sebagai Kapolda beserta seluruh jajaran Polda Sumbar dan keluarga Bayangkara/i mengucapkan selamat datang kembali berkumpul dengan keluarga. ” Saya mengucapkan terimakasih, kehadiran anggota kembali ke Polda selepas pelaksanaan tugas negara bersama jajaran Polda Metro Jaya. Kiranya pengalaman itu menjadi bekal untuk tugas selanjutnya,” kata Kapolda santun dan haru.

Rahmad menuturkan, bahwa sikap tegas dan santun Fakhrizal itu, dimungkin dibekali pengalamannya yang pernah menjadi Karo (Kepala Biro) Paminal Divisi Propam Mabes Polri di samping terakhir berturut-turut menjadi Kapolda. Dengan begitu, menjadi lebih paham terhadap kondisi dan situasi di daerah. Justru ia dikesankan masyarakat sebagai pejabat kamtibmas, gemar turun ke lapangan untuk mendengarkan dan melihat kondisi riil masyarakat.

Ia (Rahmad Sukendar) melihat harapan dari masyarakat, agar Fakhrizal menjadi pemimpin (orang nomor satu pengganti yang sekarang–pen) pemerintahan di Ranah Minang dengan pengalamannya yang sukses di Kepolisian,” tutupnya. (001)