Loading...

Sumbawa Darurat Peredaran Narkoba, Ini Penjelasan Kepala BNNK Sumbawa

JayantaraNews.com, Mataram 

Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sumbawa (BNNK Sumbawa), gencar melakukan sosialisasi hingga pelosok-pelosok desa, kelurahan, dalam upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba di wilayah Kabupaten Sumbawa.

Sementara, saat ditemui  JayantaraNews.com Kepala BNNK Sumbawa AKBP Syirajuddin Mahmud mengungkapkan, bahwa terkait peredaran gelap dan penyalahgunaan barang haram tersebut (Narkoba), sudah dalam fase bahaya dan darurat terkait peredaran serta penyalahgunaan Narkoba di wilayah Kabupaten Sumbawa, Kamis (22/8).

Kepala BNNK Sumbawa menambahkan, bahkan sejak berdirinya BNNK di Sumbawa, sudah banyak para pecandu Narkoba yang sudah direhabilitasi sebanyak 204 orang tersebut. Dan dari hasil pengembangan atau interogasi 204 orang pecandu Narkoba, ia mengakui kalau satu orang pecandu mempunyai teman konsumsi Narkoba sampai 4/5 orang. Ini artinya masih ada pecandu yang belum direhabilitasi jika melihat dari para penyalahgunaan barang haram tersebut.

Selanjutnya ia menuturkan, dari 204 orang tersebut, jika dikalikan 4 orang maka ada sebanyak 816 orang yang sudah melakukan penyalahgunaan Narkoba tersebut. Dan para pecandu/pengguna Narkoba tersebut meluas sampai ke pelosok-pelosok desa terpencil.

Untuk diketahui juga, bahkan ada anak-anak pelajar dari tingkat SMP, SMA bahkan Mahasiswa sudah banyak yang positif Narkoba dari hasil tes urin yang sudah dilakukan di beberapa sekolah, ucapnya.

Sebelumnya, BNNP NTB pernah memberikan pemaparan terkait pemetaan daerah yang rawan terhadap peredaran Narkoba, yakni ada di beberapa daerah yang tersebar di Nusa Tenggara barat (NTB). Salah satunya kawasan rawan Narkoba di wilayah Kabupaten Sumbawa yang berstatus bahaya serta waspada, yakni Kecamatan Alas (Ds Jurun Alas, Ds Kalimango, Ds Baru), Kecamatan Buer (Ds Buer), Kecamatan Utan, Kecamatan Labuhan Badas (Ds Labuhan Badas, Ds Pasir), Kecamatan Uter Iwes, Kecamatan Popok (Ds Langan), Kecamatan Plampang (Ds Sepakat, Ds Jompong, Ds Marpe), Kecamatan Empang (Ds Empang Bawah, Ds Empang Atas, Ds Lamenta), Kecamatan Lunyuk dan Kecamatan Maronge, ujarnya.

Untuk itu, perlu kerjasama semua pihak dalam melakukan upaya-upaya dalam mencegah dan pemberantasan peredaran barang haram (Narkoba) tersebut, sehingga generasi bangsa ini bisa diselamatkan, ucapnya. (Dhy JN)