Loading...

Turunnya Mabes Polri Tangani Kasus Mafia Tanah Indramayu, “Tamparan” Buat Polres Setempat!

JayantaraNews.com, Indramayu

Penanganan kasus tanah milik adat yang berlokasi di Dusun Karang Malang, Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, merupakan satu ‘tamparan’ bagi jajaran Polres Indramayu, dimana kasus yang dianggap ngambang selama 30 tahunan tanpa ada kepastian hukum itu, akhirnya Tim Mabes Polri mesti turun tangan langsung menangani kasus tersebut.

Baca berita terkait:
– Kasus Penyerobotan Tanah 42 H Indramayu Diduga Banyak Oknum Bermain, APH Seakan Tak Bertaring! – http://jayantaranews.com/2019/08/kasus-penyerobotan-tanah-42-h-indramayu-diduga-banyak-oknum-bermain-aph-seakan-tak-bertaring/

– Dugaan Sertifikat Tanah ASPAL Hasil Kongkalikong Di Indramayu, LOLOS Dari Hukum – http://jayantaranews.com/2019/08/dugaan-sertifikat-tanah-aspal-hasil-kongkalikong-di-indramayu-lolos-dari-hukum/

Hal ini terlihat dari beberapa penyidik dari Mabes Polri yang berada di wilayah hukum Polres Indramayu untuk menyelidiki kasus yang mengendap selama puluhan tahun itu, selain informasi dari Tim ahli waris alm. Waliwas juga pihak Kuasa Hukum alm. Waliwas (Rusdianto, SH, MH) yang mengatakan,” Iya, ada 4 (empat) orang Tim Penyidik dari Bareskrim,” terangnya beberapa waktu lalu.

Ironisnya, meski sebelumnya sudah ada kordinasi, Tim Penyidik Mabes Polri seolah-olah ditolak oleh jajaran Polres Indramayu untuk melakukan BAP para saksi dan meminjam ruangannya, dengan alasan ada kegiatan, yang pada akhirnya Tim Penyidik Mabes Polri mengalihkan pemeriksaan para saksi ke Polsek Losarang.

Kasus masalah penyerobotan tanah yang telah 2 kali dieksekusi oleh PN Indramayu itu, sampai saat ini masih dikuasai oleh penyerobot, sedangkan ahli waris dari alm. Waliwas sendiri yang telah memenangkan sidang perkara penyerobotan lahan tanah seluas 42 hektar lebih itu seakan dibiarkan oleh jajaran Polres Indramayu. Padahal, ahli waris alm. Waliwas sudah berapa belas kali melakukan pelaporan terhadap Kepolisian wilayah hukum setempat.

Foto: Bukti pelaporan ke Kepolisan yang menumpuk tanpa ada tindak lanjut

Atas dasar itulah, ahli waris dari alm. Waliwas melaporkan perkara penyerobotan lahan ini ke Mabes Polri, dengan alasan Polres Indramayu dinilai lalai menangani persoalan tersebut.

Foto: Bukti pelaporan ke Bareskrim Mabes Polri

Didasari laporan (aduan) dari ahli waris alm. Waliwas, kemudian Mabes Polri memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki dan menyidik kasus penyerobotan lahan yang luasnya 42 hektar lebih itu.

Sampai berita ini diturunkan, Tim Media belum meminta tanggapan kepada Kapolres Indramayu sebagai kepala tertinggi Kepolisian di wilayah hukum Indramayu, terkait penanganan kasus penyerobotan tanah, serta alasan penolakan Tim Penyidik Mabes Polri untuk mengungkap kasus dimaksud.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp-nya, PAUR Humas Polres Indramayu Iptu Didi Wahyudi, guna mempertanyakan alasan penolakan Tim Penyidik Mabes Polri untuk meminjam ruangan Polres Indramayu untuk mem BAP para saksi, mengatakan,” Wa’alaikum salam, mas punten untuk konfirmasi terkait dengan kasus tersebut, nanti kami konfirmasi dulu. Maaf alangkah baiknya silahkan datang ke kantor mas nanti kita ketemu, namun hari ini saya sedang ada giat,” ulasnya, Rabu (14/8/19). Selintas dia mengatakan,” Memang kemarin sedang ada giat mas, namun kalau untuk masalah nge BAP, itu bisa di Polsek Losarang, bahkan bisa di rumah yang bersangkutan, andaikan yang bersangkutan sedang dalam keadaan sakit,” katanya.

Rusdianto, SH, MH, selaku kuasa hukum alm. Waliwas, saat dihubungi JayantaraNews.com, terkait perkembangan BAP para saksi oleh Tim Penyidik Mabes Polri, menjawab singkat,” Masih BAP saksi korban, singkronisasi dokumen pak.” (Tim)

BERSAMBUNG…!!!