KANG “DS” : SIKAPI ASPIRASI WARGA, PEMEKARAN KAB. BANDUNG TIMUR (KBT) ADALAH SOLUSINYA !

IMG_20170518_084726Dadang Supriatna (DS), Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kab. Bandung

SOREANG – reportasejabarnews.com

Isu mencuat setelah diusulkannya Surat Rekomendasi Daerah Otonomi Baru (DOB) oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI untuk beberapa daerah di Indonesia, yang salah satunya adalah pemekaran Kabupaten Bandung Timur (KBT).

Hal demikian juga seperti disampaikan Dadang Supriatna (Kang DS) selaku Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bandung, yang mengatakan, bahwa adanya aspirasi terkait pemekaran KBT (Kabupaten Bandung Timur), sebenarnya sudah mengemuka sejak 2005 silam. Bahkan bersamaan dengan pemekaran daerah Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang terlaksana tahun 2007. Jadi, menurut Kang DS sapaan akrabnya, isu tersebut sudah bukan rahasia umum lagi.

Menyikapi hal tersebut, jika Presiden merestui terkait pemekaran dan pembentukan Kabupaten Bandung Timur (KBT), dan segera ada kejelasan mengenai prosedur dan langkah yang harus dilakukan, itu adalah harapannya, ucap DS, saat dikonfirmasi Reportase JABAR.

“Sangat wajar jika ada sebagian penduduk di wilayah Timur Kabupaten Bandung yang menginginkan adanya percepatan pembangunan dan kesejahteraan. Karena kami menilai, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bandung sebesar Rp. 800 miliar, hampir sebagian besar diperoleh dari Bandung Timur. Kami pikir sudah selayaknya kalau wilayah Bandung Timur dijadikan DOB,” tutur DS.

“KBT lebih menjanjikan meski perlu adanya keseimbangan setelah dikembangkan. Hal demikian dimaksud, agar timbul keselarasan dari berbagai potensi. DS mencontohkan, berdirinya KBB, tak lepas dari keselarasan potensi daerahnya. Yang pada akhirnya sekarang sudah bisa berdiri sendiri,” beber DS.

Persoalan jarak tempuh dalam pengurusan dan pelayanan administrasi, itu adalah salah satu keluhan mereka. Perlu waktu lama dalam kepengurusan administrasi menuju ke Soreang, yang belum tentu beres dalam waktu sehari.

Pembentukan KBT tentunya bisa memangkas dan mengefektifkan waktu tempuh bagi warga di wilayah Timur. Banyak keluhan dari sebagian warga yang keukeuh (bersikeras) ingin memisahkan diri dari Kabupaten Bandung. Seperti sebagian warga Cimenyan dan wilayah Nagreg misalnya. Tapi semua itu perlu diapresiasi, tutur DS.

“Beberapa wilayah Timur di Kabupaten Bandung, seperti Cimenyan, Cilengkrang, Cileunyi, Rancaekek, Nagreg, Majalaya, Ibun, Ciparay, Kertasari, Bojongsoang dan beberapa kecamatan lainnya, akan lebih optimal dalam penataan dan pembangunan infrastrukturnya,” jelas DS penuh optimis. (Agus Chepy K.)