DEDI MULYADI : ANGKA OPINI BPK BISA JADI TEROR

IMG_20170606_103709

BANDUNG – reportasejabarnews.com

Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Arman Syifa mengaku prihatin lantaran opini BPK belum lama ini telah menjadi trending topik di media sosial.

Hal ini berkaitan dengan tertangkapnya Pejabat Eselon I dan Auditor BPK oleh KPK dalam kasus dugaan suap terkait opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT).

Kedua pegawai BPK tersebut ditetapkan sebagai tersangka bersama dua pejabat dari Kemendes.

Arman menjelaskan, peristiwa tersebut menjadi dorongan dan perhatian pihaknya untuk bertindak profesional.

“Kejadian ini memberi peringatan dan perhatian kepada kami,” ujarnya pada acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun 2016 pada Kabupaten / Kota se-Provinsi Jabar, di Kantor BPK Perwakilan Jawa Barat, Jalan Moch. Toha 164 Bandung, Senin (5/6/2017).

Penggiringan pendapat sebagaimana yang terjadi pada opini WTP, kata dia, telah menjadi komoditas. Hal ini tergambar pada opini publik yang berkembang.

Berbeda halnya dengan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, opini BPK menurutnya menimbulkan efek psikologis yang besar bagi kinerja pegawai.

Meski bersifat administratif, bukan yuridis opini BPK kalau negatif bisa memberikan. Angka opini ini jadi teror,” kata bakal calon Gubernur Jawa Barat ini di Kantor BPK Perwakilan Jawa Barat.

Sebaliknya, jika angka opini positif, WTP mendorong stigma yang baik, ada implikasi sosiologis ada ketenangan pegawai dalam melakukan pengelolaan keuangan, ucapnya. (Didoe RJNews)
Editor : Agus Chepy K.

Comments are closed.