Kesbangpol Cilacap Gagas Desa Pancasila Untuk Peningkatan Ketahanan Masyarakat

IMG_20171031_200245

Cilacap – Reportase JABAR / jayantaranews.com

Belum ini, Drs. Wijonardi HS., MM, Kepala Badan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Cilacap, menggagas pembentukan Desa Pancasila untuk peningkatan ketahanan masyarakat.

Menurutnya, Desa Pancasila adalah suatu inovasi strategi “Peningkatan Ketahanan Masyarakat” terhadap Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan.

“Harapannya, masyarakat semakin sadar hukum dan mengikuti aturan hukum yang berlaku di negara kita ini, serta tidak mudah terpengaruh terhadap ajaran-ajaran yang bertentangan dengan Pancasila dan radikalisme,” ungkap Drs. Wijonardi, dikonfirmasi jayantaranews.com / Reportase JABAR, belum lama ini.

IMG_20171031_200231

Dirinya berharap, Desa Pancasila yang akan dibentuk di seluruh Kabupaten Cilacap (21 Kecamatan, 269 Desa), mampu secara masif dan intensif dalam mengatasi radikalisme di Cilacap, dalam jangka panjang. Melalui penanaman Nilai, Makna dan Prinsip Panca Sila akan mengembalikan pola pikir ideologi Pancasila. Pananaman nilai itu akan dilakukan pada seluruh tatanan kehidupan masyarakat dengan melibatkan semua stakeholder yang Pancasilais.

“Karena pelestarian Pancasila sebagai ideologi negara, bukan hanya tanggung jawab orang perorang, TNI, Polri, Pemkab, dan komponen masyarakat. Tapi, menjadi tanggung jawab segenap orang yang cinta tanah air,” tegasnya.

IMG_20171031_200217

Untuk kriteria Desa Pancasila adalah digunakan parameter nilai, sistem, dan tata cara Pancasila. Salah satu Indikatornya menjadi desa yang harmonis tanpa konflik sekecil apapun. Desa mampu membicarakan konflik melalui diskusi dan musyawarah, karena di situ ada masyarakat yang dipimpin oleh hikmad dalam kebijaksanaan permusyawaratan perwakilan.

Untuk itu, pembentukan Desa Pancasila di Cilacap ini menurut Kepala Bakesbangpol didasari oleh Peraturan Bupati (Perbup). Dari Perbup tersebut akan dibentuk tim Pembina Desa Pancasila tingkat kabupaten, kecamatan, dan menentukan tiga desa sebagai desa binaan sekaligus sebagai laboratorium untuk melaksanakan berbagai kegiatan. (Firman / SF JN)