BMI Kecam Isu SARA Dalam Pilkada

IMG_20171112_122930Acara Pelantikan BMI Kabupaten Bandung, di Aula DPC PDI Perjuangan, Bale’endah Bandung, Sabtu (11/11/2017)

Bandung – jayantaranews.com

“Penggunaan isu SARA dalam Pilkada sangat membahayakan kehidupan kebangsaan kita. Untuk itu, BMI Kabupaten Bandung mengutuk keras penggunaan isu SARA dalam Pilkada. Demikian kata Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Bandung, Asep Muhammad, usai Pelantikan BMI Kabupaten Bandung, di Bale Endah, Bandung, Sabtu (11/11/2017).

Menjelang Pilkada Gubernur Jawa Barat, BMI akan melakukan komunikasi lintas sektoral. Mulai dari tokoh agama, organisasi keagamaan, Kepolisian, LSM, Ormas dan lainnya.

“Kita akan melakukan konsolidasi dengan elemen masyarakat lainnya untuk menggalang kebersamaan mempertahankan Ke-Bhinekaan yang sudah jadi fitrah Indonesia,” ujarnya.

Penyebaran isu SARA diantaranya banyak dilakukan melalui media sosial.  Tak heran, jika isu SARA mudah sampai ke masyarakat.

Hal tersebut diamini Sekretaris BMI Kabupaten Bandung, Rian Irawan. Menurut Rian, isu SARA masif disebarkan melalui media sosial.

“Penyebaran melalui medsos itu hal logis, karena mudah diakses dan langsung sampai ke person. Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak gampang terprovokasi dengan isu SARA. Mari kita gunakan medsos dengan bijak,” tandasnya.

Rian juga mencontohkan terkait Pilkada DKI yang sarat dengan isu SARA dan telah membuat gesekan yang tajam di masyarakat.

“Kita tidak ingin apa yang terjadi di Jakarta terjadi di Jawa Barat. Emosi masyarakat terbelah karena isu SARA. Ini bahaya bagi persatuan, bagi ke-Bhinekaan kita,” kilah Rian. (Didoe JN)