Menggelitik !. Kondisi Keuangan PDAM Tirta Tarum Memprihatinkan. Kok Mau Ngadain Seminar ?

IMG_20171108_083236

Karawang – jayantaranews.com

Adanya agenda seminar yang akan dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tarum Karawang, dengan mengusung tema ‘PDAM Bebas Korupsi’, ini sungguh sangat menggelitik dan lucu didengar. Pasalnya, kondisi PDAM yang sedang tidak menentu begini, kok mau melaksanakan seminar, urgensinya apa ?

Apa lagi sampai memakai biaya ratusan juta rupiah, yang konon katanya mencapai Rp. 180 juta. Padahal kondisi keuangan di PDAM sedang memprihatinkan, dan hak-hak karyawan saja masih banyak yang belum diberikan.

IMG_20171107_073527

Jasa Produksi (Jasprod) saja sampai saat ini belum diberikan. Dari pada dipergunakan untuk seminar seperti itu, yang tidak ada urgensinya, lebih baik dipergunakan untuk hak karyawan, yang selama ini terkendala karena faktor keuangan. Demikian disampaikan Andri Kurniawan, Pemerhati Pemerintahan dan Politik Kabupaten Karawang.

Lagi pula, ujar dia, seminar tersebut mau menggunakan sumber anggaran dari mana ?. Soal pencegahan korupsi rasanya tidak perlu dilakukan seminar khusus dengan menghabiskan anggaran tinggi. Cukup minta Kejaksaan Negeri (Kejari) saja untuk memberikan sosialisasi kepada seluruh karyawan PDAM Tirta Tarum Karawang, tentang korupsi, dampak dan resikonya.

“Saya pun meminta kepada Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Tirta Tarum Karawang, agar memberikan masukan, dan lebih baik rencana agenda tersebut tidak dilakukan,” kata Andri ditemui jayantaranews.com, Rabu (8/11).

Masalahnya masih banyak hal yang lebih penting dari pada seminar. Keuangan PDAM itu menggunakan uang penyertaan modal yang bersumber dari APBD, jadi jangan seenaknya menggunakan uang rakyat, tukas Andri.

“Sudah lah, lebih baik sekarang benahi kondisi PDAM. Masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) PDAM Tirta Tarum Karawang yang harus segera diselesaikan”.

Jangan sampai hal ini kembali menjadi polemik di masyarakat. Karena saya yakin, Bupati pun selaku owner, belum tentu setuju, tutupnya. (Ndri / JN 01)