Santriwati Ditelanjangi, Ribuan Massa Tasikmalaya Kecam Ratu Paksi

Tasikmalaya – Jayantara News

IMG_20171221_232408

Kasus tuduhan pencurian yang berujung penelanjangan Aq, santriwati berusia 16 tahun, yang juga sebagai guru ngaji di tempat tinggalnya, menuai reaksi keras dari masyarakat Tasikmalaya.

Puluhan tokoh dari berbagai elemen berkumpul membahas penelanjangan guru ngaji yang dilakukan pihak Toko Ratu Paksi lantaran dituduh mencuri. Dari pembahasan itu disepakati, mereka akan melakukan aksi unjuk rasa pada Selasa (26/12) untuk mengecam kejadian itu.

Pertemuan/pembahasan yang diketuai Nanang Nurjamil tersebut, dilakukan di RM Dapur Santri, Jl. Letjen Mashudi, Kota Tasikmalaya, Minggu (24/12) malam. Adapun mereka yang hadir dari kalangan organisasi profesi guru agama (PGM, FKDT dan BKPRMI), LSM, Ormas Islam, aktivis sampai tokoh masyarakat.

Hadir pula ibu korban, Devi Badrudin, yang memaparkan kronologis kejadian, juga pihak Kepolisian setempat.

Sepulang dari sana, Aq tak henti-hentinya menangis. “Semalaman anak saya menangis. Terus anak saya juga curhat, mamah gimana kalau aku nanti dibully sama teman-teman di sekolah karena dituduh mencuri ?,” lirih Devi (ibu korban), menirukan logat putrinya, Jum’at (22/12) siang.

Kepada wartawan, Nanang mengatakan, kita akan lakukan aksi pada 26 Desember nanti. Massa yang didominasi umat Islam bakal long march menuju Ratu Paksi. Di sana mereka akan berorasi.

“Habis dari Ratu Paksi, kami akan bertolak ke Mapolres Tasikmalaya Kota untuk mendesak aparat segera melakukan penyelidikan atas kasus ini,” ujar Nanang.

Di Mapolres, tutur Nanang, pihaknya juga akan melaporkan beberapa anggota Polsek Cihideung yang dianggap kurang respon pada kasus ini sekalipun korban sudah datang untuk melapor.

Sementara, Dani Safari Effendi, SH, tim advokasi kasus ini berjanji akan mengawal kasus penelanjangan guru ngaji ini sampai tuntas. Dengan banyak alat bukti yang dimiliki, Dani optimis kasus ini bisa bergulir ke Pengadilan dan menang.

Informasi sementara, aksi 26 Desember akan diikuti ribuan massa yang tergerak atas kasus tuduhan pencurian yang berujung pada penelanjangan Aq, santriwati berusia 16 tahun yang juga sebagai guru ngaji di tempat tinggalnya. (PL)