Diduga Kuat, Kasus Hukum PDAM Tirta Tarum Karawang, Libatkan Banyak Pihak!

Karawang – Jayantara News

IMG_20171221_232408

Kasus hukum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tarum Karawang, yang sampai saat ini perkaranya terus ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) dengan terus melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak tertentu, merupakan harapan besar masyarakat Karawang terhadap perkara yang sudah 1 (satu) tahun berjalan ini.

Sebelumnya, perkara PDAM Tirta Tarum Karawang yang berkaitan dengan proyek peningkatan kapasitas air, atau biasa disebut dengan Upriting, sempat diproses oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, berdasarkan laporan beberapa unsur masyarakat Karawang. Hingga akhirnya, perkara tersebut juga ditangani oleh Kejati Jawa Barat.

“Saya masih optimis, kalau perkara PDAM Tirta Tarum Karawang ini dapat dituntaskan oleh Kejati Jabar, karena Kejati Jabar memiliki integritas yang tinggi dalam menjalankan tugasnya.

Memang perkara ini terhitung cukup lama penanganannya, sudah hampir 1 (satu) tahun berjalan, semenjak dilaporkan ke Kejari Karawang, awal tahun 2017 lalu. Namun sampai saat ini belum juga ada kepastian, sehingga akhirnya Kejati Jabar pun turun tangan. Demikian dikatakan Andri Kurniawan, Pemerhati Pemerintahan dan Politik Kabupaten Karawang, saat disambangi Jayantara News, Jum’at (22/12).

Karena, lanjut Andri, dalam hal ini, Kejari Karawang dari proses penyelidikan saja, yang hingga sekarang belum ada kepastian, naik atau tidaknya ke proses lebih lanjut, yakni penyidikan. Masalahnya ini perkara hukum yang harus ada kepastian, masyarakat menantinya.

“Untuk itu, saya berkeyakinan penuh, Kejati Jabar mampu menuntaskannya. Memang, yang namanya proses hukum itu tidak mudah dan tidak cepat. Tidak seperti makan cabai, begitu dimakan, langsung terasa pedasnya,” Andri sampaikan.

“Kejati Jabar tidak mungkin main-main dalam perkara ini, karena pertaruhannya adalah integritas. Sebab masalah hukum PDAM Tirta Tarum Karawang ini sudah menjadi konsumsi publik yang ramai diperbincangkan. Kalau pun sempat terdengar desas-desus kabar yang tidak jelas, soal adanya pihak tertentu yang berusaha untuk menghentikan serta menutup perkara ini, saya cukup tersenyum saja, karena setingkat Kejati itu tidak mungkin semudah itu diajak bermain busuk”.

Kejadian yang sempat menimpa oknum Kejati, sehingga terjaring Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) yang berkaitan dengan Pemkab Subang,” saya pikir itu merupakan pembelajaran yang luar biasa, dan tidak mungkin terulang kembali,” ujar dia.

“Maka dari itu, saya berharap, agar Kejati Jabar dapat mengungkap perkara ini sampai tuntas”.

Sebab tidak mungkin perkara PDAM Tirta Tarum Karawang hanya melibatkan satu pihak saja. Yang jelas, permasalahan ini diduga melibatkan pihak-pihak lain. Sebab, yang namanya sebuah proyek, tentu banyak pihak yang terlibat. Tinggal nanti dibuktikan, ada atau tidaknya kerugian negara. Jika ada, kemana dan apa faktornya, sehingga terjadinya kerugian negara, pungkas Andri.
(JN 01)