Ironis! Kawah Putih Ciwidey Nan Popular, Akses Jalan Rusak Berat “Tak Puaskan Pengunjung!”

Ciwidey – Jayantara News

IMG_20171221_232408

Siapa yang tak kenal wisata alam Kawah Putih Ciwidey, yang terletak di Jalan Raya Soreang Ciwidey Km 25 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Nuansa alam yang eksotik ini menyajikan ciri khas yang berbeda, dengan danau kawah belerang yang hijau dibarengi bau belerang yang menyengat hidung. Momen seperti ini tentunya dimanfaatkan oleh para penjual masker khusus di area wisata, meski pengunjung tidak dipaksa untuk beli masker dan tergantung kebutuhan saja.

IMG_20171226_204804

Pengunjung memakai masker hanya sebagai filter pernafasan saja, untuk mengurangi bau belerang yang menyengat hidung saat menghirup udara yang sudah tercampur dengan aroma belerang di sekitar kawah.

Sangat disayangkan. Dalam hal ini semestinya pengelola wisata alam Kawah Putih menyediakan masker gratis pada wisatawan atau pengunjung, karena dengan harga tiket masuk Rp. 25.000 per orang saja, seharusnya sudah free masker.

Penjual masker mengambil keuntungan 5 sampai 10 kali lipat kepada pengunjung, karena menjual dengan harga Rp. 5000,- per satu masker, meski biasanya dijual Rp. 500,- atau Rp. 1000,-  dan tentunya menjadi keuntungan tersendiri.

IMG_20171226_204645

Rawannya medan menuju ke lokasi pun menjadi tantangan pengunjung, lantaran infrastruktur medan jalan yang rusak berat dan menanjak, sehingga membuat kendaraan tersengal, bahkan mogok sebelum sampai tempat tujuan.

IMG_20171226_204743

Saat masuk area wisata pun, pengunjung distop untuk diperiksa, tapi tidak dengan pulangnya. Padahal, banyaknya kendaraan yang lalu lalang bebas pulang begitu saja tanpa ada pemeriksaan, bisa saja terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

IMG_20171226_204722

Dalam meraup keuntungan, wisata Kawah Putih jelas cukup smart. Semisal, dengan membuat akses jalan jembatan apung di atas kawah untuk berselfie ria saja dikenakan tarif Rp. 10.000,- per orang, dan ini cukup fantastis.

IMG_20171226_204846

Jayantara News, pada Minggu (24/12/2017), sekira pukul 11:40 WIB, rencananya mau konfirmasi ke Kantor Pengelola Wisata terkait kejanggalan dimaksud. Namun disayangkan, Hendri selaku staf pengelola yang mewakilinya belum bisa ditemui karena sibuk dalam pemantauan area wisata dengan membludagnya pengunjung saat liburan panjang.

Ironis sekali, wisata alam yang selama ini cukup dikenal, nyatanya infrastruktur jalannya rusak dan seakan kurang tertata apik oleh pengelola. (Uchok Hendra JN)