Kak Seto : Penghargaan Potensi Anak Di Luar Prestasi Akademis, Masih Minim

Jakarta – Jayantara News

FB_IMG_1515036941798

Penghargaan terhadap prestasi akademis anak yang lebih dihargai ketimbang potensi lainnya bisa memicu sikap frustasi pada anak.

IMG_20180127_182630

Kak Seto, saat diwawancarai awak media di Pengadilan Agama, Jakarta Barat, Kamis (25/1/2018)

Seto Mulyadi, dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia mengatakan, ada banyak potensi anak-anak yang seharusnya diberi penghargaan. Tidak melulu prestasi akademis.

“Sekarang anak sering frustasi karena tidak dihargai potensinya. Penghargaan lebih kesoal akademik. Banyak anak yang pinter nyanyi, mengarang, mereka membuat buku, berpuisi, olahraga, ini tidak dikembangkan, tidak dihargai,” ujar pria yang akrab dipanggil Kak Seto di Kantor Pengadilan Agama, Jakarta Barat, Kamis (25/1/2018).

Menurut Kak Seto, ruang pengembangan potensi anak saat ini tidak mudah didapat. Berbeda dengan dulu, Pemerintah membuat tempat untuk mengembangkan potensi anak.

“Dizaman Bang Ali dulu, ada gelanggang remaja,” tuturnya.

Pengembangan potensi anak bisa menunjukan kelebihan anak, selanjutnya bisa menjadi sesuatu yang bernilai. Hal ini dicontohkan Seto dengan istilah 5 Rudi.

“Anak bisa jadi 5 Rudi. Ada Rudi Habibie, Rudi Salam, Rudi Hartono, Rudy Hadi Suwarno, Rudy Choirudin. Ada potensinya masing-masing,” ujarnya.

Menilik besarnya manfaat menghargai potensi anak, Kak Seto kembali menegaskan pentingnya penghargaan potensi anak dalam sistem pendidikan di Indonesia.

“Potensi lain di luar akademis harus dihargai dalam sistem pendidikan kita,” tegasnya.

Saat Kak Seto tengah aktif membantu terpenuhinya hak anak akibat perceraian orang tua, upaya mediasi lintas sektor, terutama pengadilan dilakukan untuk mengawal hak anak akibat perceraian.

“Kami mencoba aktif memediasi dan melibatkan semua pihak Kepolisian, Kehakiman, mohon mengutamakan yang terbaik bagi anak tidak membela ayah atau ibu, bukan hak ayah atau ibu tapi hak anak untuk ketemu kedua orang tuanya yang bercerai. Anak harus dijamin tidak kehilangan kedua orang tuanya,” tandasnya. (Didoe JN)