Ridwan Kamil : Sertifikat Tanah Jangan Diagunkan Buat Kawin

IMG_20180123_222759

Bandung – Jayantara News

FB_IMG_1515036941798

Penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah Aset Pemerintah Kota Bandung dilaksanakan pada hari Selasa, 23-01-18 pukul : 08:00 WIB, di Gedung Graha Batu Nunggal, Kota Bandung.

Walikota Bandung, Ridwan Kamil, yang akrab disapa Kang Emil, menjelaskan, bahwa saat ini masyarakat Bandung sedang bahagia, karena sudah dibagikan harta berupa sertifikat dari Program PTSL BPN Kota Bandung.

“Jangan disekolahkan untuk hal yang kurang baik,” ujar orang nomor satu di Kota Bandung ini.

“Masyarakat Bandung tukang nganjuk, dan jangan buat kawin lagi,” kelakarnya.

Sri Mujitono, Kanwil BPN Kota Bandung, memberikan peran kepada Walikota Bandung yang mencapai target sampai 153% dari 93.000 bidang, dan memberikan kesempurnaan keseluruhan dari peta yang lengkap dari Kota Bandung, serta memberikan peran yang positif dari Pemkot Bandung. Polibik paling sempurna one map one pursey, dengan menggunakan peta lengkap seperti di Kota Bandung, untuk bisa membayar pajak, membangun infrastruktur pengadaan tanah dan memberikan peran khususnya kepada bapak gubernur, yang meningkat dari BPHTB dengan memberikan kontribusi nyata, dari agunan di Kota Bandung, ungkap Sri Mujitono.

Bahwa Bandung itu Juara, dari terjemahan oleh Tim BPN, kelurahan dan kecamatan Kota Bandung, melebihi target lebih 100% dari 93.000 bidang PTSL, tercapai sertifikasi mencapai 140.000 sekian, dari kewilayahan diarahkan untuk kerja cepat dan punya peta digital yang cangih buatan ITB, yang bisa dianalisa dengan baik dari udara dengan Skala 1:1000.

Kota Bandung juga menyumbangkan pada provinsi, dengan harapan menjadi inspirasi kota lain agar bisa seperti Kota Bandung, dan cukup jelas peningkatan PAD meningkat, dengan putaran uang mencapai 20 triliun dengan bentuk agunan usaha.

Dengan penyerahan aset Kota Bandung mencapai 7942, sebuah kecepatan luar biasa dan terpenuhi, dan tidak ada lagi dari aset Kota Bandung. Masalah aset juga masih bisa diverifikasi dan lakukan klaim dalam penyelesaiannya, tidak ada lagi kelurahan yang tidak memiliki status dalam sertifikat tanah, dan aman, tutur Emil. (Uchok Hendra JN)