TPS Mengandung Limbah Medis Citarik-Citarum, Hanya Berakhir Di Surat Pernyataan

IMG_20180127_215647

Rancaekek – Jayantara News

FB_IMG_1515036941798

Tempat Pembuangan Sampah sementara (TPS) Citarik-Citarum yang sempat jadi gunjingan publik karena cukup bau itu, disidak langsung Sabtu, (27-01-18) pukul : 09:30 WIB.

Kapolsek Rancaekek (Kompol Iyus Jayusman), Danramil Rancaekek (Kapten Ujang Mulyana), Yulianti (Satpol PP Kecamatan), Oki (Kabid Penindakan Satpol PP Kabupaten Bandung), Polres Soreang (Yusuf) dari Unit Tipiter, hadir ke lokasi untuk memeriksa penampungan sampah sementara atau TPS milik Cece.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi pembuangan sampah, ditemukan limbah medis. Menurut Oki,” limbah medis ini ada beberapa jenis botol cairan, dan sebagian habis dibakar, ini jelas bukan sampah non organik dan organik, tidak biasa pada umumnya dan sangat disayangkan pihak Dinkes Soreang tidak hadir, termasuk DLH Soreang, untuk menganalisa dampak lingkungan secara detail, padahal perannya sangat penting, katanya.

IMG_20180127_215711

Edi, yang dipercaya mengurus sampah, selaku perwakilan dari Cece pengelola itu sendiri menjelaskan, bahwa limbah medis ini dari Otto yang ada di Ledeng Kota Bandung,” dan saya hanya bertugas sebagai administrasi saja, untuk pengambilan pembayaran. Adapun saat ini, saya hanya diminta mengangkut sampah di lokasi untuk dibersihkan, dan sudah dibuat surat pernyataan bermaterai. Dan ke depannya jangan buang di lokasi ini lagi, kecuali mau mengurus perizinannya,” ungkap Edi.

“Tanah yang dipakai untuk TPS, lahannya hanya ngontrak, dan saya tidak tahu bahwa lahan tersebut milik PU, karena masalah ini saya tidak tahu. Lebih jelasnya dengan Kamal, yang selalu di lokasi, dan saat ini sudah tidak diperpanjang. Ngontrak di sini setahun 6 (enam) juta sewanya, dan saya juga tidak tahu ini tanah PU, saya juga tidak paham akan izin ini itu, karena memang tidak ada tetangga di lokasi sampah, jujur saya tidak paham,” tutur Edi.

Sampah yang di sini sebenarnya hanya di pilih saja, plastik, aqua, dan makanan dipisahkan,” saya juga gak tahu ada limbah medis. Maklum masalah sampah kan main ambil saja, mungkin sopirnya langsung angkut, ya setelah dipilih nantinya dibuang ke Rajamandala, sampah semua dari Priangger, Trans, Paskal, Santika. Limbah medis mah dari Otto Kota Bandung. Yah kami tinggal ikut aja, kebetulan sudah buat pernyataan untuk 1 (satu) minggu ini harus diangkut, ke depannya jangan buang lagi,’ tutur Edi dan Kamal. (Uchok Hendra JN)