Loading...

Rugikan Negara 3,5 Triliun, Ketum BPI Minta POLRI Segera Tangkap DPO HW

IMG_20180218_175432

Jakarta – Jayantara News

IMG_20180202_185549

Penjahat sekaligus buronan korupsi senilai Rp 38 Triliun, Honggo Wendratno, Direktur Utama TPPI Honggo Wendratno masuk DPO.

Kasus korupsi penjualan kondensat yang melibatkan PT TPPI dan SKK Migas yang sempat mangkrak di Bareskrim lebih dari dua tahun ini, meski berkas perkara yang telah disusun penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim telah empat kali dilimpahkan.

Tiga orang tersangka yang telah ditetapkan penyidik sejak 2015, yakni Raden Priyono, Djoko Harsono, dan Honggo Wendratno.

Keduanya, Raden Priyono dan Djoko Harsonoudah sudah ditahan penyidik, sementara Honggo Wendratno, yang katanya sedang menjalani perawatan kesehatan pascaoperasi jantung di Singapura, belum ditahan.

IMG_20180218_175403

Bahkan dikabarkan bahwa Honggo Wendratno nyatanya tidak ada di Singapura, sebagaimana disampaikan Kemenlu Singapura dalam pernyataan resminya.

Atas perbuatan melawan hukum yang dilakukan Honggo Wendratno yang telah ditetapkan sebagai tersangka, dan jelas-jelas sudah melakukan Tindak Pidana Korupsi terkait Pengolahan Kondensat dan sudah merugikan keuangan negara triliunan rupiah tersebut, harus dikejar. Demikian diungkapkan Rahmad Sukendar, selaku Ketua Umum BPI KPNPA RI (Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara Pengawas Anggaran Republik Indonesia), Minggu (18/2/2018), di Jakarta.

IMG-20180218-WA0215

BPI minta buronan dugaan korupsi 35 Triliun, Honggo Wendratno, yang katanya beredar kabar bahwa dia berada di Singapura, segera ditangkap!

Kami sangat mendukung sekali langkah POLRI, yang dalam hal ini jajaran Divhumas Mabes Polri, untuk segera menindaklanjuti tikus kotor tersebut, geram Rahmad.

Tindakan POLRI untuk menyebarluaskan (Red Notice), foto DPO sangat diapresiasi, meski keberadaan tersangka HW sampai saat ini belum diketahui keberadaannya.

“Setidaknya upaya POLRI dalam penanganan kasus ini sudah maksimal,” tegas Rahmad.

Apalagi, lanjut Ketum BPI ini, adanya sinergitas Tim Terpadu antara POLRI dengan Interpol, dan kerjasama semua pihak, bukan tidak mungkin semua buronan yang lari ke luar negeri bisa dikejar, pungkasnya. (Red JN)