Tanggulangi Sampah, Kades Tegalluar Bojongsoang Siapkan INSENERATOR

IMG_20180202_063255

Bojongsoang – Jayantara News

FB_IMG_1515036941798

Sampah memang menjadi problema umum, khususnya di kalangan masyarakat secara luas. Imbasnya, pemandangan pun menjadi buruk dan lingkungan akan menjadi kotor, bahkan menimbulkan bau yang tidak sedap gara-gara sampah. Sementara, untuk mencari solusi agar terbebas dari sampah pun tidaklah mudah, dan diperlukan kesadaran bersama, yang dalam hal ini tentunya dibutuhkan kepedulian dari masyarakat untuk saling menjaga lingkungan sekitar agar bersih dari sampah maupun pencemaran limbah,  khususnya aliran sungai.

Dalam menanggulangi bebas sampah, Pemerintah Daerah mengeluarkan kocek yang besar, dari mulai sosialisasi sampai terjun praktek, dan yang luar biasanya,  tidak pernah teratasi dari tahun ke tahun, yang seakan-akan tidak ada ujungnya.

Kocek yang tidak sedikit dikeluarkan, namun seperti mubazir. Namun itu lah upaya Pemerintah dalam mengentaskan sampah yang masih terus dilakukan dan tidak menyerah.

Mengatasi persoalan sampah, saat ini pun Pemerintah Pusat turun tangan, dan memprioritaskan dengan Program Citarum Harum nya di Jawa Barat, yang tentunya memakan biaya yang tidak murah, dengan menjaga sungai dari sampah dan limbah, supaya tetap bersih, dengan harapan agar Sungai Citarum kedepannya bisa dipakai minum.

Terkait persoalan dimaksud, Kades Tegalluar, Galih Hendrawan (DG), Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, melangkah untuk menyikapi permasalahan sampah di wilayahnya yang selalu menjadi persoalan terus menerus, khususnya pada masyarakat yang selalu membuang sampah secara liar, seperti di pinggir jalan misalnya, ditambah lagi adanya bak sampah sebagai penopang pun penuh.

Menurut Galih, saat ditemui Jayantara News, Kamis (01-02-18) menjelaskan,” menempatkan tungku pembakaran sampah ini sangat tepat dan langkah ini lebih cepat, mengingat Kabupaten Bandung juga belum memiliki TPA. Pemasangan di dusun 3 (tiga), yang lokasinya terletak di RW 08, dan bertahap untuk 3 (tiga) dusun lainnya segera diselesaikan dalam waktu dekat ini, setelah selesai di dusun 3 (tiga), langsung menuju ke dusun 2 (dua)”.

“Tungku ini cukup praktis dan efisien, yang kegunaannya untuk pembakaran sampah. Kelebihannya dari tungku ini, bisa memisahkan sampah organik dan non organik. Dari sampah organik bisa menghasilkan pupuk organik dan bisa dimanfaatkan untuk tanaman, maka sampah tidak ada yang dibuang, karena habis terbakar. Alat pemusnah sampah ini disebut Insenerator (Incinerator), dan cukup praktis,” tutur Galih.

Paling tidak dengan adanya alat ini, bisa membantu Program Pemerintah, dengan mengurangi sampah sedikit demi sedikit, tentunya dengan dukungan semua masyarakat Desa Tegalluar. “Saya harapkan bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin, demi kepentingan bersama, untuk masyarakat desa,” pungkasnya.

(Uchok Hendra Bunawan JN)