Bupati Sumbawa : Jika Ahyar-Mori Kalah Di Pilkada 2018, Saya Siap BERHENTI!

IMG_20180319_201903

NTB – JAYANTARA NEWS

FB_IMG_1515036941798

Bupati Sumbawa siap berhenti, jikalau pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Ahyar-Mori kalah di Pilkada 2018 di Kabupaten Sumbawa. Husni Djibril, seorang tangguh serta politisi murni dengan pengalaman 33 tahun di kanca dunia politik bersama dengan 9 partai koalisi yang mengusung Calon Gubernur Akhyar-Mori.

Bahkan Husni, Bupati Sumbawa, menyakini bahwa Akhyar-Mori akan menang dalam kontestasi Pilgub 2018 dengan perolehan suara di atas 50 %. Bupati Sumbawa, Husni Djibril, dalam Rakordasus partai Gerindra Kabupaten Sumbawa, Jum’at (16/3) di Aula Hotel Sernu Sumbawa.

Husni juga menyampaikan di hadapan pasangan Ahyar-Mori, koaliasi partai pendukung serta pengusung dan kader partai Gerindra.
“Jika Akhyar-Mori kalah, saya akan berhenti menjadi Bupati Sumbawa, hal tersebut disebabkan kepentingan untuk membangun Sumbawa yang lebih baik”, tegasnya.

Sebelumnya, dia mengungkapkan ketidakhadirannya dalam Kampanye Ahyar-Mori tanggal 16 Maret 2018 dikarenakan, surat izin cuti yang dikirim belum juga ditandatangani oleh Gubernur NTB. Sebab keberadaan Gubernur NTB di Aceh, padahal hal tersebut wajib untuk segera ditandatangani, katanya.

Namun dari pada itu, sebagai Kepala Daerah, Husni berkomitmen untuk kedepan akan ikut kampanye untuk memenangkan pasangan Ahyar-Mori.
Sebagai seorang politisi murni, yang bergelut dalam dunia politik selama 33 tahun, dia menyakini di Kabupaten Sumbawa Ahyar- Mori bisa menang.
“Dengan dukungan partai pengusung yang cukup besar, 9 parpol mustahil bisa kalah. Hal tersebut disampaikan karena Ahyar Abduh memiliki integritas yang cukup tinggi dalam hal pembangunan dan pengalamanan dalam kanca politik, ujar Husni

Dalam hal itu pula dibutuhkan perjuangan bersama selaku partai koalisi, sebagai Kepala Daerah, besar harapan Sumbawa aman dan tentram.

Dia menjelaskan perjuangannya, mengapa Akhyar-Mori diusung oleh PDI, disebabkan keakraban Bupati Sumbawa selaku Sekretaris DPW PDI dengan Akhyar yang begitu lama disaat menjadi Anggota DPRD Provinsi.

“Saya Paling bersikeras sebagai Sekretaris DPW PDI, untuk menetapkan dukungan kepada calon Ahyar-Mori, karena hati saya bicara mustahil kemudian untuk tidak menang dari pada calon lain yang dipertanyakan integritas dan pengalaman politiknya,” tambahnya.

Bahkan integritas kewajiban secara politik, kedua figur tersebut. “Saya melihat sebagai politisi DPRD provinsi 5 priode kenal betul Ahyar-Mori serta track recordnya. terlebih, keberhasilan Mori Hanafi sebagai Wakil Calon Gubernur merupakan berkat jasa saya. di tangan saya lah Mori Hanafi menjadi orang, saat itu dititip oleh saudaranya, kemudian menjadi Sekretaris Komisi 2 periode, Pimpinan DPRD, hingga mengantar beliau menjadi Calon Wakil Gubernur saat ini,” ujarnya.

Dalam hal itu pula, ada kepentingan mendasar, kenapa mendukung pasangan Akhyar-Mori, selaku Kepala Daerah tentulah harapannya adalah bagaimana sinergitas Pemerintahan Sumbawa dan provinsi bisa terjalin dengan baik.
“Saya merupakan pendukungnya TGB, namun belum sesuai harapan, tapi saya yakini jika Akhyar pasti saya berani, karena beliau tidak asing lagi berdasarkan kekuatan moral dan politik,” katanya.

Dia, menjamin Ahyar-Mori menang di Sumbawa. Peta politik di Sumbawa banyak diketahuinya. terlebih dengan kekuatan DPC Gerindra dan partai koalisi itu pasti bisa diraih, ungkap Husni.

“Dari 14 partai, 9 partai pengusung Akhyar-Mori dan sisanya mengusung calon lain, mustahil kita bisa dikalahkan oleh segerombolan anak dan bisa-bisa diketawain,” katanya.

Oleh sebab itu, kita harus getol mendukung, menjaga kondisi politik. Selaku Bupati dan Sekretaris DPW PDI, bertanggung jawab turun langsung cuti untuk memenangkan pasangan Cagub dan Cawagub NTB Ahyar-Mori serta untuk menjaga stabilitas politik.

Dia berharap, dengan pengalaman politik cukup lama, tidak ada musuh politik yang ada lawan politik dan mereka akan menjadi mitra kita. Dia mengimbau Gerindra harus menjadi pioner handal dan partai koalisi harus selalu menjalin silaturrahim. Jika kesolidan ini tetap, yakin khusus Sumbawa Ahyar-Mori menang. Dengan konsep yang seirama dan pahamnya sama di 10 kabupaten/kota, optimitis, kemenangan Akhyar-Mori di atas 50 persen, harapnya. (DHY JN)