Dugaan Penyimpangan Berjama’ah, KMBJ Laporkan Kasus Penjualan 6% Saham Di PT Newmont Ke KPK!

IMG_20180303_190535

Jakarta – Jayantara News

FB_IMG_1515036941798

Puluhan mahasiswa yang tergabung  dalam organisasi ‘Kesatuan Mahasiswa Bima Jakarta’ (KMBJ), kembali menggelar aksi sekaligus melaporkan  kasus korupsi penjualan 6% saham di PT Newmont ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jum’at (2/3/2018).

Dalam orasinya tersebut, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Bima Jakarta (KMBJ), menyampaikan, bahwa kami minta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk segera menuntaskan kasus penjualan 6% saham tersebut, sehingga sejumlah nama yang dilaporkan bisa segera diproses secara hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum, dan jangan sampai persoalan kasus korupsi  penjualan 6% saham tersebut dibiarkan berlarut-larut, ujar Kordinator Lapangan Aksi, Salahuddin Syaicona, kepada Jayantara News.

Di lokasi yang sama, juga disampaikan oleh Ketua Umum KMBJ, Sahidullah, “KPK harus segera bertindak tegas terhadap kasus penjualan 6% saham di PT Newmont tersebut, serta segera panggil dan periksa DR Zulkifliemansyah, selaku mantan komisaris PT AMNT yang terindikasi terlibat dalam kasus penjualan 6% saham tersebut”.

Persoalan penjualan 6% saham PT ADMB di NTB ini, ada perbedaan data yang cukup jauh tentang jumlah penerimaan daerah dari penjualan saham PT DMB di Newmont Nusa Tenggara, Perbedaan data antara Suryo dan Dirut PT DMB (Andi Hadianto), sekaligus Komisaris Independen di PT AMNT.

Arifin Panigoro merilis, bahwa PT AMI membeli 82.2 % saham PT NNT senilai 2,6 Milliar Dollar. Maka dengan sederhana dapat dihitung harga per 1% saham adalah 31,6 Juta US Dollar. Artinya, 6% saham yang dimiliki oleh PT DMB (NTB-Sumbawa dan Sumbawa Barat), setara dengan 189,8 Juta US Dollar, dengan nilai kurs 13.500 setara dengan 2,56 Trilyun.

Pada tanggal 2 November 2016, PT Multi Daerah Bersaing (MDB) dan PT Amman Mineral Internasional (AMI) telah menandatangani Akta Pengalihan Saham, dimana MDB menjual 1.640.177 sahamnya dengan kepemilikan 24% di PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), entitas asosiasi, dengan harga penjualan USD 400,000,000.

Dengan mengacu pada struktur kepemilikan saham 25% milik PT DMB pada PT MDB, maka semestinya PT DMB berhak memperoleh USD 100,000,000 atau equvalen dengan kurs 13.500, senilai 1,35 Trilyun.

Namun keterangan Pemprov NTB menyebut, bahwa nilai pembelian 6% saham milik daerah hanya 484 M, dan sisa deviden senilai 234 M.

Yang menjadi pertanyaan kami, kenapa selisih harga yang begitu tinggi, NTB harusnya menerima 2,56 T dalam versi medco dan atau 1,35 T dalam versi Bumi Resourches. Kami menduga telah terjadi penyimpangan yang cukup luar biasa dan secara berjamaah dalam penjualan saham tersebut. (Dhy JN)