Nenek Selamet (Gerung LOBAR) : Tak Masalah Miskin Perhatian, Ingin Mati Diurus Anak

IMG_20180322_145720

NTB – Jayantara News

FB_IMG_1515036941798

Menimang cucu dan diperhatikan anak-anak, menjadi hal yang diidamkan saat menjalani hidup diusia senja. Namun tidak demikian dengan Nenek Selamet. Ia harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sudah 3 tahun, nenek berusia 75 tahun ini tinggal sendirian di rumah berukuran kecil di tengah kebin pisang Dusun Langko, Desa Karang Langko, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Nenek Selamet membuat canang, yakni perlengkapan untuk persembahan Umat Hindu.

IMG_20180322_145710

Kendati sesekali ada saja tetangga sekitar yang tergerak membantu Nenek Selamet, memberi makanan. Namun Nenek Selamet berusaha tetap mandiri hidup dari hasil membuat canang.

Tiga tahun hidup sendiri, Nenek Selamet jauh dari perhatian anak dan cucunya.
” Anak dan cucu cari kerja di luar negeri,” ujar Nenek Selamet yang sudah menjadi mualaf kepada Jayantara News di rumahnya pekan ini.

Bukan hanya minim perhatian dari keluarga, kondisi Nenek Selamet juga luput dari perhatian pihak desa setempat. Contohnya, meski sudah 3 tahun tinggal, Nenek Selamet tidak memiliki identitas kependudukan.

Bagi Nenek Selamet, program yang ia rasakan hanyalah memperoleh beras “Raskin” sebanyak 5 Kg perbulan. Itupun harus dibeli seharga 16 ribu rupiah.

Namun kondisi yang dirasakan seolah tak dihiraukan. Nenek Selamet hanya ingin ada keluarga yang memperhatikan dirinya diakhir hidupnya.

” Jika aku mati, terus aku mau dikubur dimana. Aku ingin cucu dan anakku saat aku mati,” tutur Nenek Selamet sambil beruraian air mata.

Nenek Selamet barangkali satu diantara sekian manula yang tidak mendapat manisnya kehidupan diusia senja. Kisah Nenek Selamat mengajari betapa berharganya sebuah perhatian dari keluarga juga Pemerintah.
(Hardian-Lotim)