Loading...

Pangdam Diponegoro : PPM Harus Tetap Utuh & Bersatu!

IMG_20180326_231337

Pangdam Diponegoro Jateng, Mayjend TNI Wuryanto bersama Ketua PPM Jateng, HR Mastur, SH, M.Si

Semarang – JAYANTARANEWS.COM

FB_IMG_1515036941798

Perseteruan kedua kubu Kepengurusan Pemuda Panca Marga (PPM) Jawa Tengah, nampaknya akan segera mereda usai diimbau Pangdam Diponegoro Jawa Tengah, Mayjen TNI Wuryanto, saat menerima silaturahmi Ketua PPM Jateng terpilih kubu Musda Semarang.

“PPM harus tetap utuh dan bersatu, karena saya baru tahu kalau di PPM ada perpecahan,” tutur Pangdam, saat ditemui di Rumah Dinasnya, Minggu (25/3/18).

Selanjutnya, Pangdam juga berencana akan memanggil kedua kubu PPM yang berseteru untuk diadakan Musyawarah perdamaian.

“Nanti secepatnya saya akan pertemukan keduanya, karena selama ini belum ada laporan kepada saya tentang perpecahan di PPM ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PPM terpilih Musda Semarang, HR Mastur, SH, M.Si sangat mengapresiasi atas kesediaan Pangdam untuk menyelesaikan kemelut kepengurusan PPM Jateng ini.

“Wah, ternyata Pak Jenderal sangat baik dan responsif atas persoalan ini, semoga semuanya bisa semakin baik,” ungkap Mastur.

Dan Mastur juga dalam hal ini tidak terlalu ngotot harus menjadi Ketua PPM Jateng, tapi minimal kepengurusan yang telah dibentuknya dari hasil Musda Semarang, diakomodir untuk bersama-sama memajukan PPM Jawa Tengah. “Saya cukup jadi Wakil Ketua saja dan teman-teman lainnya dilibatkan juga agar ada kebersamaan,” imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Organisasi Putra-Putri para Pejuang (PPM) di Jawa Tengah ini belakangan sempat mengalami perpecahan antara kubu Musda Semarang dan Musda Solo.

Dan perpecahan tersebut dipicu dengan adanya Musda PPM di Solo yang menganulir Musda PPM yang dilaksanakan sebelumnya di Semarang.

Dan Musda di Solo terpilih Ketua nya secara aklamasi adalah Gray Kusriyah, sedangkan di Musda Semarang sudah terpilih secara demokratis setahun lalu Ketuanya, HR Mastur, SH, M.Si, kemudian dari kedua kubu tersebut telah menyusun kepengurusannya, namun hingga kini belum jelas penyelesaiannya. “Hanya Pangdam yang dapat mendamaikan berbagai pihak yang bertikai,” ujar Mastur. (*)