Perairan ANOI ITAM Ditetapkan Sebagai Kawasan Konservasi Laut Secara Terpadu

IMG_20180325_223910

Sabang – JAYANTARANEWS.COM

FB_IMG_1515036941798

Panglima laut wilayah Lhok Anoi Itam Iksan, menetapkan wilayah Perairan Laut Anoi sebagai daerah konservasi sacara terpadu. Penetapan tersebut diputuskan melalui rapat seluruh nelayan bersama masyarakat Anoi Itam dan kalangan akademisi pada 23/03/2018.

Penetapan perairan laut Anoi Itam sebagai areal konservasi merupakan tindak lanjut untuk menyelamatkan ekosistem terumbu karang dan kawasan pantai yang sudah mengalami degradasi sumberdaya alam.

Hal tersebut diungkapkan oleh Panglima Laut Lhok Anoi Itam Iksan. Kepada awak media menyebutkan, keputusan ini merupakan hasil kajian yang melibatkan kalangan akademisi dan para pemangku kepentingan guna menindaklanjuti keluhan masyarakat terhadap aksi perusakan terumbu karang dan penggunaan obat-obat terlarang yang sudah terjadi puluhan tahun lalu.

Dengan ditetapkannya sebagai kawasan konservasi, maka daerah tersebut akan kita awasi dengan melibatkan peran serta masyarakat secara menyeluruh dalam menjaga kawasan perairan. Dan hal ini harus didukung oleh seluruh Lhok maupun Panglima laot pada tingkat Provinsi. Dia juga mengharapkan dukungan penuh dari pihak yang berwajib dalam menindak apabila terjadi pelanggaran dalam wilayah kedaulatannya.

IMG_20180325_223854

Sementara itu, Panglima Laut Kota Sabang, Ali Rani, menyambut baik langkah yang diambil oleh nelayan Anoi Itam dalam menjaga keberlangsungan sumberdaya alam. “Kita sangat mengapresiasi langkah yang ditempuh nelayan Anoi Itam bersama masyarakat dalam menjaga keberlangsung sumberdaya laut” dan semua pihak harus mendukung upaya-upaya masyarakat lokal yang terlibat langsung terhadap kepentingan masa depan laut kita, tambah dia.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Jum’at, 23/04/2018, juga dihadiri oleh kalangan akademis sekaligus Ketua Lembaga Kajian Strategis dan Kebijakan Publik-LEMKASPA, kepada awak media, Samsul Bahri M.Si, menjelaskan upaya penetapan wilayah Laut Anoi Itam dalam kawasan konservasi secara terpadu merupakan upaya penyelamatan kawasan ekosistem terumbu karang dan hutan pantai secara terintegritas yang melibatkan peran sumberdaya lokal masyarakat setempat.

Sebelumnya kita sudah melakukan study kasus beberapa waktu yang lalu dengan melibatkan berbagai pihak terkait kondisi lingkungan laut di Anoi Itam. Dari temuan di lapangan, Samsul menyebutkan bahwa kawasan pantai Anoi Itam apabila memasuki musim timur banyak sampah kirim dari berbagai negara yang terbawa arus laut ke kawasan pantai, ini merupakan satu masalah besar terhadap lingkungan pesisir.

Kedua, ada pihak-pihak tertentu yang segaja merancun ikan di areal terumbu karang. “Ini yang menjadi dasar kita untuk mendorong ditetapkan kawasan perairan Anoi Itam menjadi areal konservasi secara terpadu”.

Sebagai kalangan akademisi, dirinya sangat mengharapkan keterlibatan dan dukungan Pemerintah Daerah kususnya Pemkot Sabang untuk mendukung secara penuh langkah yang ditempuh oleh nelayan Anoi Itam Sabang. (DIMA)