Pius Manalu : Dugaan Mark Up Pengadaan Obat AIDS,” Saya Menduga Bu Menkes Tahu!”

IMG_20180326_194624

Bandung – JAYANTARANEWS.COM

FB_IMG_1515036941798

” Potensi kerugian negara dari pengadaan obat AIDS ini nilainya fantastis. Ini kasus besar, saya menduga Menteri Kesehatan juga tahu,” demikian dikatakan Ketua LSM Pemerhati Kinerja Aparatur Negara (Perkara), Pius Manalu melalui siaran Persnya, Senin (26/3/2018).

Pernyataan Pius terkait dugaan adanya kasus korupsi di Kementerian Kesehatan untuk pengadaan obat HIV Aids dan PMS tahun 2016.

Berdasarkan data yang dimiliki LSM Perkara, pengadaan obat bersumber dari APBN senilai Rp 480.637.218.000,- rupiah. Namun dalam pelaksanaannya, nilai HPS hanya Rp 89.207.250.000 rupiah.

Setelah melakukan penelaahan data, Pius menduga adanya Tindak Pidana Korupsi di Kemenkes.

” Dalam soal ini, konteksnya melakukan fungsi kami untuk pengawasan. Jadi kami pelajari bersama para ahli. Kesimpulan kami ada kejanggalan menjurus pada dugaan korupsi dan jumlahnya cukup besar,” tutur Pius.

Sebelumnya, 200 massa LSM Perkara melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Kejagung dan Kemenkes. Mereka menuntut pihak Kejagung serius memproses kasus tersebut.

IMG_20180326_194709

” Kami sudah mendapat konfirmasi dari Kemenkes, bahwa kasus ini sedang dalam penyidikan Kejagung. Makanya kami aksi, kami desak Kejagung untuk memproses kasus ini karena belum ada kejelasan perkembangan penyidikannya. Jangan main-main Kejagung, ini potensi kerugian negaranya luar biasa besar,” tegas Pius.

Dalam tuntutannya, LSM Perkara mendesak agar Kejagung segera menetapkan para tersangka yang terlibat dalam proyek pengadaan obat AIDS ini.

Selanjutnya, bila pengusutan oleh Kejagung tidak ada kejelasan, LSM Perkara akan mendorong kasus ini agar ditangani KPK.

” Kalau memang dari Kejagung tidak ada kejelasan, apa boleh buat, kami akan meminta KPK untuk mengusutnya. Bukti awalnya ada kok jelas. Kalau KPK kami percaya,” pungkas Pius. (Tim JN)