Loading...

Buntut Penjemputan Paksa, Advokat Zaedeni Didampingi PERADI, Laporkan Oknum Aparat

IMG_20180402_210558

Dari kiri : Advokat Zaedeni Herdiyasin dan Ersom, Ketua Bidang Pembelaan DPC PERADI Bandung, usai melakukan pelaporan di Markas Denpom III/5 Bandung, Jalan Jawa Bandung, Senin (2/4/2018)

Bandung – JAYANTARANEWS.COM

FB_IMG_1515036941798

Zaedeni Herdiyasin, Advokat korban penjemputan paksa oleh Oknum TNI melapor ke pihak Polisi Militer, Denpom III/5 Bandung, Senin (2/4/2018).

Pria yang akrab disapa Herdi itu datang ke Markas Denpom, Jalan Jawa Bandung, Pukul 12.30 WIB, didampingi beberapa pengurus DPC PERADI Bandung.

” Ini upaya hukum yang kami lakukan,” ujar Herdi kepada wartawan di ruang Seksi Penyidikan Denpom III/5 Bandung.

Baca juga : <a href=”DPC PERADI Bandung Kecam Keras Intimidasi Lembaga Terhadap Advokat – http://jayantaranews.com/dpc-peradi-bandung-kecam-keras-intimidasi-lembaga-terhadap-advokat/”>

Pelaporan Herdi dibenarkan pihak Denpom III/5 Bandung.

” Hari ini kami sudah menerima laporan dari saudara Zaedeni Herdiyasin. Selanjutnya akan ada pemrosesan,” ujar salah seorang petugas Seksi Penyidikan Denpom III/5 Bandung.

Herdi berharap, perisitiwa ini bisa dijadikan pembelajaran penting dalam proses Penegakan Hukum bagi Institusi Negara.

” Kami sudah melaporkan apa yang dilakukan oleh Oknum Aparat Garnisun. Ini jadi pembelajaran semua pihak, bahwa memang tidak boleh, kami sebagai Advokat diperlakukan sewenang-wenang. Kami dilindungi Undang-Undang, apalagi kami sipil tidak bisa dicampuri,” beber Herdi.

IMG_20180402_210616

Pelaporan dipicu oleh penjemputan paksa oleh Oknum TNI, Jum’at (23/3/2018). Kejadiannya berlangsung malam hari oleh oknum berseragam, dan diantaranya membawa senjata laras panjang. Mereka mendatangi Kantor Hukum Zaedeni Herdiyasin, di Jalan Landak No 12 Buah Batu, Bandung.

Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian warga. Penjemputan juga terjadi dihadapan anak dan istri Zaedeni, yang diyakini Zaedeni buntut dari perkara yang sedang ia tangani.

Sementara itu, Ersom, Ketua Bidang Pembelaan DPC PERADI Bandung mengatakan, pelaporan yang dilakukan sebagai tindakan PERADI untuk melindungi Profesi Advokat.

” Ini menindaklanjuti apa yang diperlakukan ke rekan kami oleh Oknum Garnisun. Kami melakukan laporan supaya ditindaklanjuti, supaya tidak lagi terjadi kriminalisasi terhadap Advokat,” ujarnya.

Ersom meminta pihak Denpom mengusut kasus ini sebagai bagian perlindungan kepada warga sipil dari tindakan yang diduga menyalahi ketentuan oleh Oknum TNI.

” Pihak Denpom bisa melindungi warga masyarakat. Kita datang ke POM melakukan laporan supaya petinggi TNI khususnya POM bisa menindaklanjuti,” tegasnya. (Basan JN)