Diberhentikan Tanpa Alasan, Mahyudin Beberkan Proyek Desa Lenek Ramban Yang Diduga Bermasalah

IMG_20180406_222307

Lotim – JAYANTARANEWS.COM

FB_IMG_1515036941798

Diberhentikan tanpa alasan, Mahyudin beberkan Proyek Desa Lenek Ramban Yang Diduga Bermasalah.

Mahyudin (58) Kaur Umum Desa Lenek Ramban Biak, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur meradang lantaran diberhentikan tanpa alasan.

“Saya diberhentikan tanpa alasan yang jelas sama Kepala Desa,” kata Mahyudin, ketika disambangi Jayantara News, di rumahnya, Senin (2/4/2018).

Surat pemberhentian juga sudah disampaikan ke dinas terkait. Namun hingga saat ini, Mahyudin belum mendapatkan informasi kenapa dirinya diberhentikan.

Menurut Mahyudin, sebelumnya dirinya ditunjuk untuk melakukan kegiatan penyediaan dan pembangunan informasi desa berbasis website. Akibatnya, semenjak pemberhentian itu, sampai saat ini pekerjaan tersebut terbengkalai.

Tak berhenti sampai di situ. Mahyudin juga membeberkan sejumlah proyek yang diduga terbengkalai, diantaranya : renovasi Kantor Desa dengan nilai anggaran Rp 105 juta rupiah yang bersumber dari APBDes 2017, katanya.

Proyek lain yang diduga terbengkalai, yaitu pembangunan 30 unit Rumah Tidak Layah Huni (RTLH) dari anggaran APBN.

“Pembangunan RTLH sebagian ada yang tidak jadi, bahkan ada warga yang menyelesaikannya dengan uang sendiri. Yang janggal, ada 17 warga Lenek Ramban Biak penerima program RTLH yang menandatangani kwitansi kosong,” terang Mahyudin.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun di lapangan, nyatanya Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2017, tidak pernah ditandatangani oleh Ketua BPD.

IMG_20180406_222321

Ketika diklarifikasi perihal tanda tangan Ketua BPD untuk APBDes, Rumintang, Kades Lenek Ramban Biak menjelaskan, hal itu terjadi karena Ketua BPD jarang hadir saat rapat.

“Karna Ketua BPD jarang mau hadir dalam rapat,” kilahnya.
(Tahir JN)