KIBAR : Miris! Proses Hukum Dugaan Korupsi Di Pemko Langsa Tak Sampai Ke “Meja Hijau

IMG_20180427_184005

JAYANTARANEWS.COM – LANGSA

FB_IMG_1515036941798

Selagi Ayam Masih Mau Makan Jagung“, berbagai kasus Dugaan Korupsi di Pemerintah Kota (Pemko) Langsa tidak menjadi masalah alias No Problem. Artinya, proses hukum atas Dugaan Korupsi yang terjadi di Pemko Langsa ini, tidak ada yang sampai ke “Meja Hijau“. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Koalisi Bersama Rakyat (KIBAR) Provinsi Aceh Muslim, SE atau yang akrab disapa Cut Lem, Jum’at (27/4).

IMG_20180427_184029

Ketua Koalisi Bersama Rakyat (KIBAR) Provinsi Aceh, Muslim, SE atau akrab disapa Cut Lem

Dikatakannya, banyak kasus Dugaan Korupsi di Pemko Langsa hingga saat ini masih belum jelas proses hukumnya. Misalnya, kasus dugaan Mark Up Pengadaan Lahan di Gampong Kapa, Kecamatan Langsa Timur, untuk pembangunan Perumahan Nelayan, Tahun Anggaran 2013. Pengadaan Lahan di Gampong Kapa ini telah menelan Anggaran Daerah sekitar Rp 7,1 Milyar. Tapi sampai sekarang kasusnya masih mengendap di Kejaksaan Negeri Langsa, Kata Cut Lem.

Selanjutnya, indikasi korupsi juga tercium dalam beberapa Proyek Pembangunan Taman di Kota Langsa yang jika ditotal anggarannya mencapai Puluhan Milyar Rupiah. Aroma Mark Up-nya begitu kental, seperti Pembangunan Taman di depan LP Narkoba Langsa, Pembangunan Taman di bekas Stasiun Kereta Api serta di beberapa lokasi Pembangunan Taman lainnya.

“ Ini belum lagi kita buka data beberapa kasus Dugaan Korupsi yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa. Jadi, semua lini di Pemko Langsa sudah terkontaminasi dengan “persekongkolan jahat” untuk menggerogoti uang rakyat,” ujarnya.

Menurut Cut Lem, berbagai kasus dugaan Mark Up atau korupsi di Pemko Langsa, bukan menjadi rahasia lagi, semua orang sudah tahu terlebih aparat Penegak Hukum, namun mereka tidak bergeming.

Dalam hal ini, Cut Lem mencurigai Aparat Hukum di Kota Langsa terkesan menutupi atau melindungi, sehingga kasus – kasus dugaan korupsi di Kota Langsa tidak terungkap dan tidak di proses sampai ke “Meja Hijau“.

“ Malah para koruptor di Kota Langsa ada yang berani mengatakan “Selagi Ayam Masih Makan Jagung” semua itu gak masalah,” kata Cut Lem.

Jadi, lanjut Cut Lem, demi keadilan hukum, tinggal Aparat Hukum dari Kejati Aceh yang menjadi harapan masyarakat untuk mengusut tuntas berbagai dugaan korupsi di Kota Langsa.

“ Jika Kejati dan Polda Aceh benar-benar mau mengusut tuntas kasus dugaan korupsi di Langsa, maka KIBAR Aceh siap memberikan dukungan data yang akurat,” demikian Cut Lem.

(Red JN/afnews.co.id)