Bupati Sumbawa Terima Kunjungan Direktur Conservation International

IMG_20180523_004853

JAYANTARANEWS.COM, SUMBAWA

FB_IMG_1515036941798

Bupati Sumbawa menerima kunjungan Direktur Conservation Internasional (CI), pada Selasa pagi (22/5/2018) di Ruang Rapat Bupati Sumbawa. Hadir pada acara tersebut Bupati Sumbawa, Direktur Conservation Internasional beserta jajaran, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa, KPH Provinsi NTB, dan Kepala Desa Labuhan Jambu.

Bupati Sumbawa HM Husni Djibril, B.Sc, menyampaikan ucapan selamat datang dan terimakasih kepada pihak Conservation Internasional karena telah melakukan konservasi selama kurang lebih 1 tahun di Teluk Saleh.

IMG_20180523_004909

Bupati menyambut baik kegiatan konservasi tersebut karena membawa dampak positif bagi Kabupaten Sumbawa, dan menyatakan akan memback up terkait aturan dan setiap kegiatan yang berkaitan dengan konservasi, selama hal tersebut masih menjadi kewenangan Kabupaten.

Kepada Kepala Dinas terkait, Bupati minta untuk segera memetakan wilayah Samota, terkait kilang minyak yang rencananya akan dibangun di Sumbawa.
Disampaikan pula bahwa Teluk Saleh merupakan bagian dari kawasan internasional Samota, dimana asal kata Samota artinya Sa untuk Teluk Saleh sendiri, Mo artinya Pulau Moyo, dan Ta adalah Tambora. Teluk Saleh berada dalam wilayah 3 Kabupaten, yaitu Kabupaten Sumbawa, Dompu, dan Bima.

Bupati berharap, agar semua program yang direncanakan CI dapat berjalan dengan baik, sehingga ke depan potensi Teluk Saleh dapat menjadi bagian dari pariwisata yang dikagumi di dunia.

Terkait dengan masyarakat Sumbawa, dinyatakan Bupati bahwa masyarakat Sumbawa adalah masyarakat yang bersahabat. “ Asal cara penyampaiannya baik, saya yakin, masyarakat Sumbawa khususnya yang berada di Kawasan Labuhan Jambu akan menerima dengan baik keberadaan CI di Kawasan Teluk Saleh,” ucap Bupati.

Kepada Kepala Desa Labuhan Jambu, Bupati juga minta untuk lebih awal melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang terlibat, agar masyarakat menyadari bahwa keberadaan hiu paus harus dilestarikan.

Sementara itu, Scientist Conservation International Abraham Sianipar, dalam pemaparannya mempresentasikan hasil sementara pendataan hiu paus dan rencana program konservasi hiu paus di Teluk Saleh.

Monitoring dan tagging hiu dilakukan melalui photo id dan tag satelit finmount. Dari hasil penelitian dan monitoring selama kurang lebih satu tahun, hasil sementara hiu paus telah teridentifikasi 45 individu, yang terdiri dari 38 jantan dan 7 betina. Sementara dari tagging telah dipasang 8 tag satelit pada 7 jantan dan 1 betina. 1 ekor hiu paus betina dapat melahirkan 300 ekor anak.

Disampaikan pula, bahwa penelitian hiu paus merupakan penelitian yang pertama dilakukan oleh CI. Ke depan, CI akan membuat regulasi berupa Peraturan Desa, karena kemunculan hiu paus di Desa Labuhan Jambu.

Sebelumnya, Direktur Conservation International Victor Nikijuluw, P.Hd menyampaikan, bahwa tujuan kunjungan tersebut selain untuk silaturrahim dengan Bupati Sumbawa, juga untuk memperkenalkan Organisasi Conservation International, serta memperkenalkan program tagging hiu paus, dan pembelajarannya dari hasil kerja di tempat lain. Misalnya, yang sudah dilakukan di Papua yaitu di Raja Ampat, Cendrawasih dan Kaimana. Pihaknya berharap dukungan dari Bupati untuk memberikan rekomendasi dalam rangka perlindungan dan pengelolaan hiu paus di Teluk Saleh.

Dukungan juga diharapkan dari Dinas terkait, dalam hal ini Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata dan Dinas Lingkungan Hidup, sehingga dapat berkelanjutan dan dapat melibatkan semua pemangku kepentingan yang ada, dalam hal ini, Pemerintah, Swasta, Asosiasi Masyarakat, LSM Internasional, dan Masyarakat Desa sehingga pengelolaan akan bersinergi dan terintegrasi. (DHY JN)