Loading...

Dugaan Kecurangan Tender RS Paru, Terindikasi Kadinkes Karawang Terlibat!

IMG_20180524_103807

JAYANTARANEWS.COM, KARAWANG

FB_IMG_1515036941798

Ketua Pokja Tender RS Paru ‘Wahyu’, sebut yang memiliki kendali penuh memenangkan PT Amarta Karya  sebagai pemenang dalam tender ialah Kadinkes Karawang Yuska Yasin, sebagai Pengguna Anggaran (PA). Hal tersebut diungkapkannya kepada KBE pasca pengumuman pemenangan tender RS Paru belum lama ini.

“ Kalau kami hanya sebatas usulan, kalau penetap pemenang itu PA, Kepala Dinas Kesehatan,” katanya.

Diketahui, setelah bukti awal dugaan kecurangan tender pembangunan RS Paru yang memenangkan PT Amarta Karya, mencuat dari mulai kejanggalan PT Amarta Karya yang pada awal penawaran tak menyatakan join operation (JO) pengerjaan dengan perusahaan, pada pengumuman pemenangan, ia menyatakan JO dengan PT Tri Kencana. Munculnya JO dengan PT Tri Kencana, ditengarai karena PT Amarta memang tak memiliki dokumen KD pembangunan Rumah Sakit.

Lalu laporan PT Amarta Karya di LPJk.net yang menuliskan pernah membangun RSIA Bunda Aliyah Depok, dengan pagu anggaran Rp 110 M, Fiktif. Karena jika pada tender RS Duren Sawit pun PT Amarta Karya tak lolos prakualifikasi tender karena tak memiliki kompetensi dasar pembangunan Rumah Sakit, dan ketahuan memakai dokumen KD milik PT Tri Kencna.

” Artinya, PT Amarta Karya telah membuat laporan palsu dengan tujuan agar dapat digunakan pada tender Rumah Sakit Paru Karawang,” ungkap Ketua Barak Indonesia, D Sutedjo.

Yang terakhir, adanya temuan BPK pada tahun 2017, dinyatakan PT Amarta Karya yang pada saat itu Join Operation (JO) dengan PT Tri Kencana, juga PT Krakatau Enginering JO PT Tri Kencana dinyatakan wanprestasi dalam proyek pembanguanan RSUD Kabupaten Bekasi, dan harus mengembalikan uang negara sebesar kurang lebih Rp 2,4 Miliar Pemerintahan setempat.

“ Seharunya, Pemerintah Daerah juga segera mengambil langkah peninjauan ulang, sebelum segalanya terlambat. Penegak Hukum turun, mau gimana tuh, saya rasa dengan adanya pemberitaan beberapa hari terakhir Penegak Hukum pasti tak diam,” katanya. (Tim)