Peringati HARDIKNAS, Kab Sumbawa Gelar Malam Tasyakuran

IMG_20180504_123433

JAYANTARANEWS.COM, SUMBAWA

FB_IMG_1515036941798

Malam Tasyakuran peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2018, berlangsung meriah, Senin malam (2/5/2018), di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa.

Acara tersebut dimeriahkan oleh atraksi drama yang berjudul ‘Dea Malela’ dari Pesantren Dea Malela, pantomim oleh Muhammad Abdu Abian, murid SDN 16 Sumbawa yang berhasil meraih juara 1, dan penampilan Renata Syifa Aulia, murid SDN 11 Sumbawa sebagai Juara 1 Lomba Nyanyi Tunggal FLS2N Tingkat Kabupaten dan keduanya akan mewakili Kabupaten Sumbawa di tingkat Provinsi.

Bupati Sumbawa dalam sambutannya yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Drs H Rasyidi, menyampaikan apresiasi kepada para penggiat pendidikan di seluruh Sumbawa atas peran aktifnya dalam mencerdaskan masyarakat Sumbawa, yang dengan tak kenal lelah para penggiat pendidikan telah memberikan inspirasi, membuka jalan pencerahan, dan membangkitkan rasa setiap insan yang dididiknya agar menjadi manusia yang berkarakter, berpengetahuan dan bermanfaat bagi Masyarakat, Bangsa dan Negara.

Dijelaskan, Hari Pendidikan Nasional dirayakan sebagai hari kesadaran tentang pentingnya kualitas Sumber Daya Manusia. Manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa. Mutu dan jenjang pendidikan berdampak besar pada ruang kesempatan untuk maju dan sejahtera.

Menurut Bupati, salah satu dukungan yang perlu diberikan pada anak – anak adalah memastikan bahwa apa yang mereka pelajari saat ini adalah apa yang memang dibutuhkan untuk menjawab tantangan zaman.

Disampaikan pula, bahwa keterampilan utuh yang dibutuhkan oleh anak – anak Sumbawa pada abad 21, mencakup tiga komponen yaitu : Kualitas karakter (kepribadian) yang terdiri dari dua bagian, yang pertama karakter moral, antara lain adalah nilai Pancasila, keimanan, ketaqwaan, integritas, kejujuran, keadilan, empati, rasa welas asih, sopan santun, dan yang kedua adalah karakter kinerja antara lain kerja keras, ulet, tangguh, rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, kemampuan beradaptasi, kepemimpinan. Komponen kedua, yaitu literasi dasar yang memungkinkan anak – anak meraih ilmu dan kemampuan yang lebih tinggi serta menerapkan dalam kehidupan, dengan memperhatikan literasi sains, literasi teknologi, literasi finansial dan literasi budaya. Dan komponen yang ketiga, adalah komponen kompetensi (daya saing).

Abad 21 menuntut generasi penerus untuk mampu menghadapi masalah – masalah kompleks dan tidak terstruktur. Terkait hal tersebut, Kabupaten Sumbawa dalam periode 2016-2021 telah bertekad untuk mewujudkan masyarakat Sumbawa yang berdaya saing, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan semangat gotong royong.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa H Sudirman Malik, S.Pd menyampaikan, bahwa pendidikan di Kabupaten Sumbawa dilakukan dengan program yang terukur. Terkait dengan agenda politik daerah maupun nasional diingatkan bahwa pendidikan jangan coba – coba dibawa ke nuansa politik. “ Guru tidak bolah dimanfaatkan, tapi harus bermanfaat, agar anak – anak kita bisa jadi anak yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa,” tegas Kadis.

Disampaikan pula, bahwa PGRI Kabupaten Sumbawa selama 5 tahun berturut – turut meraih terbaik nasional. Hal tersebut menjelaskan, bahwa kompetensi guru yang ada di Kabupaten Sumbawa sudah standar. Terkait prestasi yang diraih anak – anak Kabupaten Sumbawa sudah sangat luar biasa. Dicontohkan dalam kejuaraan catur, perwakilan dari Kabupaten Sumbawa berhasil mewakili Indonesia dalam Kejuaraan Internasional di Thailand.

Pada acara tersebut juga diserahkan penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada 14 orang ASN, dan penyerahan hadiah hasil lomba – lomba dalam rangka Hardiknas 2018. (Dhy JN)