Seorang Warga Pangandaran Kehilangan Hak Pilih, Anang: Sistem Disdukcapil Amburadul!

IMG-20180627-WA0323

JAYANTARANEWS.COM, Pangandaran

FB_IMG_1515036941798

Sebagaimana telah diatur dalam Peraturan KPU No 1 Tahun 2017 tentang tahapan, program, dan jadwal penyelenggaraan Pilkada 2018, di mana, pada Rabu 27 Juni 2018 adalah hari bahwa semua masyarakat Indonesia di 17 Provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten melakukan pencoblosan dalam menentukan hak pilihnya.

Tetapi, lain halnya dengan salah satu warga di Kabupaten Pangandaran, yang kehilangan hak pilihnya sebagai warga negara karena ditolak dengan alasan tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Pangandaran.

IMG-20180627-WA0324

Seperti dialami Anang, warga Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. ” Saya kehilangan hak konstitusional sebagai warga negara dengan tidak menyampaikan hak pilih karena ditolak dengan alasan tidak terdaftar dalam DPT Kabupaten Pangandaran” ujarnya kepada JAYANTARANEWS.COM, Rabu (27/6/18).

Padahal, lanjut Anang,” saya ber E-KTP Kabupaten Pangandaran, tetapi ketika di cek oleh petugas PPS, saya terdaftar dalam DPT Kecamatan Rancah,  Kabupaten Ciamis,” jelasnya.

Tidak selesai sampai disitu, Anang langsung mendatangi KPU untuk meminta Form A5, akan tetapi pihak KPU malah mengatakan tidak bisa, karena batas pengambilan Form A5 adalah hari kemarin, silahkan saja mencoblos di Rancah,” beber Anang dengan nada kesal terhadap KPU.

Oleh karena itu, Anang sangat  menyayangkan terhadap pelayanan dan pengadiministrasian sistem Disdukcapil  yang katanya sudah OK, ternyata masih amburadul. ” Buktinya, KTP sudah Pangandaran, tapi tidak terdaftar di Pangandaran,” pungkasnya.

(Nana JN)