Sulit Melaut, Nelayan Ujung Gagak Cilacap Minta Pemerintah Lakukan Normalisasi Pengerukan

IMG_20180610_222442

JAYANTARANEWS.COM, Cilacap

FB_IMG_1515036941798

Ratusan nelayan di Desa Ujung Gagak, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, “kesulitan melaut”. Hal tersebut akibat terjadi pendangkalan Muara Sungai Pintu Lawang, yang menjadi jalur masuk dan keluarnya perahu dari laut.

Para nelayan terpaksa mendorong perahu atau menunggu selama beberapa jam, hingga kondisi laut pasang. Bahkan, sebagian dari mereka terpaksa berhenti melaut untuk sementara, guna menghindari kerusakan perahu.

Hartono (40), nelayan Desa Ujung Gagak, Kecamatan Kampung Laut mengatakan, pendangkalan Muara Sungai Pintu Pelawangan terjadi sejak dua tahun lalu. Ketinggian air pada saat surut hanya sekitar 50 centi meter. Padahal, ketinggian air yang layak dilalui perahu dengan berat lima gross ton sekitar satu meter.

Kondisi tersebut terjadi akibat adanya endapan lumpur pada muara sungai. Akibatnya, nelayan tidak bisa leluasa menjalankan perahu mereka.

Hartono, selain nelayan dia juga Calon Kepala Desa Ujung Gagak, Kecamatan Kampung Laut yang sebentar lagi mencalonkan pada Pemilihan Kepala Desa serentak di Kabupaten Cilacap.

Hartono mengatakan kepada JAYANTARANEWS.COM, bahwa pendangkalan muara sungai tidak hanya  terjadi di Sungai Pintu Pelawangan, tetapi juga Sungai Sagara Anakan.

Hal tersebut sebagai dampak abrasi yang berlangsung terus menerus. Pasir dan lumpur dari laut terbawa ombak hingga menutup muara sungai. Pada musim penghujan, pasir tersebut terbelah oleh aliran hujan yang masuk ke sungai, sehingga tidak mengendap di muara.

Namun pada musim kemarau seperti saat ini, tidak ada aliran air dari sungai yang bisa mendorong lumpur kembali ke laut. Akibatnya, lumpur tertahan dan mengendap di muara sungai.

Menurut Hartono, Program Normalisasi sudah kita ajukan, secara tertulis tahun 2016 langsung ke Kementerian Kelautan Susi Puji Astuti dan beliau pun merespon pengajuan tersebut. Namun sampai saat ini belum tersentuh. Dulu kita ajukan Pom Bensin Nelayan, Pengerukan Sagara Anakan, Pengerukan Sungai Pintu Pelawangan, dan Lampu Suar.

Lampu Suar yang sekarang ada itu salah titik penempatanya, karena itu jauh dari jalur dan banyak nelayan yang nyasar, karena penempatan salah. Pinta nelayan, penempatan seharusnya di pintu Pelawangan.

” Dan kita para nelayan di sini memohon Pemerintah, dan Kemeterian Kelautan dan Kementerian PU segera Normalisasi Sungai Sagara Anakan dan Sungai Pintu Pelawangan, segera dikeruk karena kami para nelayan membutuhkan akses jalan ke laut untuk perahu kami, supaya kami melaut tidak kesulitan lagi di perjalanan menuju laut,” ungkap Hartono.
(Budi JN)