Sikapi Konflik Gubernur & DPR Aceh, Tgk Muslim At Thahiry: Saling Ego’ Kapan Aceh Bisa Maju?

JAYANTARANEWS.COM, ACEH

IMG_20180628_215930

Menyikapi kecekcokan antara Gubernur Aceh dan DPR Aceh, kami atas nama FPI Aceh mengajak kedua pihak untuk tidak saling egois dan tidak saling berantam,  apalagi dipertontonkan di depan kami, selaku rakyat lewat media. Sudah cukup kepada rakyat dan anak – anak, 30 tahun lebih dipertontonkan konflik bersenjata antara RI dan GAM. Sekarang mau apalagi ?, Apakah Pemimpin Aceh mau mendidik anak Aceh dengan etika tidak baik dalam bertutur, apakah bahasa yang keji layak keluar dari mulut seorang Pemimpin.?

Soal ada rakyat yang mengkritik terhadap kebijakan Gubernur, itu sah – sah saja, begitu pula soal ada interpelasi dari DPRA kepada Gubernur, itu juga sah – sah saja, karena Gubernur ibarat seorang ayah dalam rumah tangga Aceh, dan DPR Aceh ibarat anak yang tua yang mewakili anak – anak yang kecil untuk menanyakan apa saja yang belum jelas bagi anak – anak lain.

Jadi, ayah tidak boleh marah – marah walaupun ada hal pribadi yang ditanyakan, seperti pertanyaan tentang siapa wanita Manado ? Ya kalau istri jawab istri, kalau bukan yah jawab bukan, kenapa harus ribut – ribut, kenapa sampai kepada buka – buka aib, ini tidak etis dan tidak selesai masalah.

Kami atas nama bahagian dari rakyat Aceh malu punya Pemimpin yang sibuk bertengkar dan buka – buka aib orang di media, apa tidak ada hal lain yang perlu dikerjakan ? Rakyat sudah cukup menderita, angka kemiskinan tambah meningkat, penganguran dimana – mana, kenapa tidak menjadi fokus ? Kalau terus menerus seperti ini, kapan Aceh bisa maju! Masing – masing mempertahankan ego sendiri.

Begitu pula mengenai Pergub APBA dan Pergub Cambuk. Kalau rakyat tidak setuju, cabut aja Pergub itu!

Pergub kan bukan Al Qur’an yang tak boleh dirobah – robah, sedangkan Pergub kan boleh dirobah atau dicabut. Bukti rakyat tidak setuju adalah mayoritas wakil rakyat tidak setuju, maka cabut aja Pergub itu, jangan seorang Gubernur sok – sok jadi Tuhan, peraturannya ngga boleh diganggu gugat. Padahal, Allah saja yang Maha Mengetahui ada aturannya yang dimansuhkan diganti dengan aturan lain, apalagi kita manusia.

Jadi jangan buat Aceh ini seperti milik pribadi, atau bagaikan sebuah perusahaan pribadi, mau dibuat sesuka hati.

Kami sudah bosan menonton adegan teumenak – teumenak di FB dan di media lainnya, cukup memalukan.

Maka sekali lagi, kami harapkan jangan pertotonkan akhlak tidak baik di Aceh ini, karena bangsa Aceh bangsa yang punya marwah dan punya tata krama dalam kehidupan. Jangan nanti salahkan rakyat dikala rakyat bertutur kasar kepada Pemimpinnya, karena Pemimpin yang tidak bisa jaga kata – kata.

Lhokseumawe 2 Juli 2018
Pimpinan Dayah Darul Mujahidin

Tgk Muslim At Thahiry