WAW…! BABINSA Birem Bayeun Aceh Timur, Terima Laporan Warga Ada Granat Korea!

IMG-20180722-WA0260

JAYANTARANEWS.COM, Birem Bayeun

IMG_20180628_215930

Danramil 11/Birem Bayeun Kodim 0104/Aceh Timur Kapten Inf Noverlan bersama anggota Ramil 11/Brb amankan Granat Korea, yang diduga dibuang oleh tuannya bertempat di kebun warga, Dusun Tunong, Desa Kemuneung Hulu, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (21-07-2018).

Penemuan Granat tersebut diperoleh informasi dari Gheucik Kemuneung Hulu a.n Muhammad Yani (42), yang melapor kepada Babinsa Ramil 11/Brb Sertu Edy Saputra tentang warganya a.n Hasan (43), Pekerjaan PNS (Dinas Kebersihan Kota Langsa) Alamat Desa Paya Bujuk Seulemak, Kecamatan Langsa Baro Pemko Langsa, melihat benda yang mencurigakan (diduga Granat) di kebun karet miliknya.

IMG_20180722_234511

Kemudian Babinsa melaporkan kepada Danramil perihal penemuan Granat di Desa Kemuneung Hulu, selanjutnya Danramil berkoordinasi dengan Kapolsek Birem Bayeun dan Danki Kompi II Brimob Aramiah untuk menerjunkan Tim Jihandak (Penjinak Bahan Peledak) guna mengamankan benda yang mencurigakan tersebut.

Mengingat waktu sudah malam yang tidak memungkinan untuk mensterilisasikan benda mencurigakan tersebut, maka Danramil dan jajaran Polres Aceh Timur sepakat besok pagi akan dilakukan seterilisasi di lokasi kejadian oleh Tim Jihandak Brimob.

Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Muhammad Iqbal Lubis mendapatkan laporan tersebut langsung memberikan perintah kepada Danramil dan anggota jajaran Ramil 11/Brb untuk mengamankan tempat tersebut, takutnya ada warga yang tidak tahu adanya Granat di tempat itu, akan meledak seandainya terinjak atau tersenggol, tegasnya.

Sementara Kapten Noverlan mengatakan hasil pantauan di lapangan, Granat tersebut sengaja dibuang oleh pemiliknya, karena dilihat dari bentuk Granat masih dalam kondisi mulus, hanya pengaman yang berkarat. Sementara Pen Pengaman sudah tidak ada hanya tali pelastik sebagai pengaman tambahan yang masih terikat, terangnya.

Apabila Granat tersebut sisa dari Konflik di Aceh, maka kondisi Granat pasti sudah berkarat karena sudah lama terkena hujan, panas dan tanah. Akan tetapi, yang berkarat hanya pengamannya saja, sementara kondisi Granat masih mulus.

Dilihat dari pengaman tambahan yaitu “Tali Pelastik” yang mengikat pengaman apabila Granat tersebut sudah lama atau sisa konflik maka tali pelastik tersebut pasti sudah hancur, akan tetapi tali plastik tersebut masih terikat sedikit rapuh akibat terkena hujan dan panas.

Dilihat dari kondisi apabila Granat tersebut sisa konflik yang di gunakan tidak meledak sudah pasti Granat tidak diikat dengan tali pelastik sebagai pengaman tambahan, pungkas Danramil. (Tim)