Diduga Koruptor, BPD Laporkan Kades Citalem Ke Kejati Jabar

IMG-20180816-WA0022

JAYANTARANEWS.COM, KBB

IMG-20180814-WA0002

Sudah kesekian kalinya tindak tanduk dan akal – akalan sang Kepala Desa kembali dilaporkan baik oleh individu masyarakat maupun secara kelembagaan dengan tudingan dugaan praktek korupsi.

Kini giliran MS Kepala Desa Citalem, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat yang dilaporkan oleh BPD tentang adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi kegiatan Anggaran Desa Tahun Anggaran 2017 ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Menurut BPD Desa Citalem, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, didalam laporannya ke Kejati Jabar, bahwa BPD telah menyampaikan catatan – catatan tentang perjalanan Pemerintahan Desa Citalem sesuai dengan kapasitas BPD untuk melakukan upaya agar proses penyelenggaraan Pemerintah Desa Citalem dapat berjalan sesuai dengan aturan perundang – undangan yang ada, serta sudah diserahkan kepada Kasat Tipikor Polres Cimahi, (20/12), dengan sekitar 15 poin penting yang merupakan hasil rapat pleno dengan dasar temuan BPD.

Dari temuan BPD yang berhasil direkap, sebanyak 25 poin sebagai tambahan dijelaskan, bahwa data anggaran keuangan Desa Citalem Tahun Anggaran Tahun 2017 yang diduga tidak sesuai peruntukannya, antara lain kegiatan dengan nilai yang diduga diselewengkan mencapai Rp 742.600.000.

Kepala desa yang mempunyai kewajiban melaporkan kegiatannya tidak dilakukan, yang seharusnya dilakukan di akhir Desember 2017, dimana hal tersebut terjadi juga di Tahun Anggaran 2016.

Menurut AK Ketua BPD Desa Citalem saat dikonfirmasi JAYANTARANEWS.COM melalui telepon selularnya, Selasa (14/08) mengatakan, bahwa Kepala Desa Citalem MS terkesan berjalan sendiri, tidak mau melibatkan BPD dalam segala hal. ” Secara prinsip kami melihat ada upaya yang nyata dari Kepala Desa Citalem untuk menghilangkan kewenangan lembaga BPD sebagaimana Undang Undang No 6 Tahun 2014. Oleh karena itu, upaya ini kami lakukan agar Pemerintahan Desa Citalem berjalan sesuai dengan mekanisme perundang – undangan yang berlaku,” katanya.

(Asep DR/Hendra Bunawan)