Hindari Pendangkalan Saguling, Indonesia Power Tertibkan KJA

IMG-20180814-WA0015

JAYANTARANEWS.COM, Bandung Barat

IMG_20180628_215930

Pengendapan Waduk Saguling sudah menjadi perhatian serius Indonesia Power sebagai Perusahaan BUMN penyuplai listrik Jawa Bali.

Dari beberapa hasil penelitian, apabila dibiarkan kondisinya seperti ini, pasokan listrik untuk Jawa dan Bali akan bertahan sampai 18 tahun kedepan.

Berbagai upaya pun dilakukan, salah satunya adalah melakukan penertiban Keramba Jaring Apung (KJA) yang banyak bertebaran di Waduk Saguling.

Sebelum melakukan penertiban, pihak Indonesia Power melakukan pertemuan dengan warga pemilik KJA (Keramba Jaring Apung).

IMG-20180814-WA0016

Selain para pemilik KJA, pertemuan juga dihadiri oleh Satgas Citarum, Polsek Saguling serta Pamong Desa Jati.

Pertemuan yang langsung dihadiri oleh General Manager Indonesia Power Buyung Aryanto, selain membahas teknis penertiban juga melakukan penandatanganan perjanjian dengan para pemilik KJA.

Menurut Buyung Aryanto, upaya untuk melakukan penertiban KJA di setiap daerah mempunyai karakteristik yang berbeda – beda, khusus untuk Waduk Saguling, hasil dari penelitian Universitas Padjajaran, kalau H2S atau tingkat keasaman air di Saguling sudah sangat tinggi. ” Tingginya H2S atau keasaman air ini bisa membuat peralatan IP cepat berkarat, pengendapan juga sudah mengurangi debit air yang tadinya 900 juta M3 kini tinggal 600 juta M3, di sini ada 35.482 petak KJA, memang tidak sebanyak di Cirata dan Jatiluhur, untuk tahap awal ini akan ditertibkan 76 petak dulu, sisanya nanti bertahap,” jelas Buyung, dihadapan tamu undangan dan pemilik KJA, Senin (12/8).

IMG-20180814-WA0017

Masih menurut Buyung, proses penertiban KJA harus dilakukan dari hati ke hati. Sekarang ini, IP mempunyai 4 Turbin dengan kapasitas 700 MW. ” Kita harus sama – sama bisa menjaga Saguling. Hilangkan ke’egoisan masing – masing, kita pikirkan juga supaya masyarakat masih bisa usaha tapi listrik juga tidak terganggu pasokannya, semua harus sedikit mengalah demi anak dan cucu kita nanti,” tambahnya.

Sebelum ditertibkan dengan cara menarik KJA ke darat, dilakukan penandatanganan antara IP dengan warga pemilik jaring apung.

Mendapat giliran pertama, Osid (43) mengatakan, bahwa dirinya mempunyai beberapa Keramba Jaring Apung. ” Saya punya beberapa KJA, yang mau ditarik ke darat itu ada beberapa, sisanya mau saya kosongkan dulu, karena masih ada ikannya, mungkin nanti saya akan alih profesi sebagai peternak domba, karena pihak IP sudah berjanji akan memberikan penggantian kepada kami,” ujar Osid kepada JAYANTARANEWS.COM, sebelum naik ke perahu untuk menarik KJA nya. (Rie JN)