Khawatir Bencana Susulan, SatPol PP Cimenyan STOP Pembuangan Barangkal Area Cibeunying

IMG_20180628_215930

JAYANTARANEWS.COM, Cimenyan

IMG_20180824_120630

Kebakaran yang terjadi di wilayah Kampung Parakan RT 05 RW 02 Kelurahan Cibeunying, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Kamis malam (23/8), sekitar pukul 19.30 WIB, perlu disikapi semua pihak.

Pasalnya, timbulnya kebakaran tersebut bukan berasal dari korsleting listrik, ataupun bocornya gas dari salah satu rumah warga, melainkan sumbernya dari pembakaran sampah di lokasi pengurugan/pembuangan barangkal di lahan milik Syaepudin, warga Kampung Parakan RT 05 RW 02, Kelurahan Cibeunying, Kecamatan Cimenyan.

IMG_20180824_101114_HDR

” Saya sudah sekitar 1,5 tahun aktivitas pengurugan barangkal di lokasi tanah ini untuk mengisi lahan yang kosong. Namun rupanya dianggap masyarakat setempat sebagai tempat pembuangan sampah,” kata Syaepudin ditemui JAYANTARANEWS.COM, Jum’at (24/8).

IMG_20180824_103213_HDR

” Awalnya sih ada seseorang yang berniat baik membakar sampah sekitar pukul 19:00 WIB, tapi karena tidak terkontrol, sementara anginpun semakin besar, akhirnya merambatlah api ke lokasi sekitar,” ditambahkan Syaepudin pemilik lahan pengurugan.

IMG_20180824_102354_HDR

” Alhamdulillah, api tidak menjalar ke permukiman warga, tidak ada korban jiwa, hanya membakar sebagian rumpun bambu saja,” timpal Tahyudin, Ketua RW 03, Kelurahan Cibeunying.

IMG_20180824_104146_HDR

Pihak Satpol PP Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung Ryan HR dan Jajat Sodikin yang didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Cibeunying Brigadir Yusep Rudiana menuturkan. ” Kami dari pihak SatPol PP Kecamatan Cimenyan, memberhentikan aktivitas pengurugan barangkal tersebut, karena dikhawatirkan terjadinya bencana susulan, dimana dampak dari pembuangan barangkal ini disaat musim hujan tiba, bisa menyebabkan longsor. Apalagi jarak Sungai Cidurian dari lokasi pembuangan Barangkal ini hanya beberapa meter saja”.

” Kalau seandainya terjadi longsor dari urugan tersebut, bukan tidak mungkin, tanah urugan akan menghambat Sungai Cidurian, dan akibatnya berdampak banjir yang sangat luar biasa,” jelasnya.

IMG_20180824_122843

” Tidak hanya secara lisan pertanggungjawaban dari si empunya lahan. Tapi kami minta, Pak Syaepudin bikin pernyataan perjanjian tertulis di atas materei, bahwa perhari ini, Jum’at (24/8/2018), untuk berhenti melakukan pengurugan di lokasi dimaksud,” ditegaskan Ryan, sembari menunjukan selembar pernyataan perjanjian, yang ditandatangani sebagian pengurus warga sekitar yang berperan sebagai saksi.

Dengan kejadian ini, ditegaskan Bhabinkamtibmas Kelurahan Cibeunying Yusep Rudiana, diimbau kepada masyarakat sekitar maupun para pengurus wilayah terdekat, agar selalu memantau dan tetap berkordinasi. ” Ini jangan dianggap persoalan kecil. Dari pengurugan barangkal, dampaknya bisa berimbas terhadap ratusan bahkan ribuan warga, apalagi sampai terjadinya longsor di saat musim hujan. ” Bagaimana kalau longsoran barangkal tersebut sampai menghambat aliran Sungai Cidurian, siapa yang akan bertanggung jawab ?,” sebut Yusep.

Kami harap, warga masyarakat sekitar juga saling peduli dan tidak membuang sampah sembarangan. ” Mencegah sebagai langkah antisipasi akan jauh lebih baik dari pada mengobati namun sudah terjadi,” diimbuhkan Decky, Seklur Cibeunying.

(Tim JN)