Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno, Sesali Kasipenkum Kejati Usir Wartawan
JAYANTARANEWS.COM, MEDAN

IMG_20180628_215930

Sepertinya sudah tidak bisa dibendung lagi. Banyak penasehat/pembina media dan organisasi wartawan turun gunung atas perlakuan tidak adil dari para Penegak Hukum yang suka membredel bahkan malakukan diskriminasi wartawan di lapangan dalam menjalan tugas secara terang – terangan beberapa tahun terakhir ini.

Bahkan Dewan Pers sudah tidak lagi dianggap ada. Banyak pihak menilai Dewan Pers hanya membela kebebasan Pers pada wartawan – wartawan yang bekerja di media – media besar, sehingga permasalahan kewartawanan lebih menitikberatkan pada Kepolisian sebagai penengah ketimbang Dewan Pers.

Kejadian yang baru saja terjadi, Senin (13/8) di Sumatera Utara, Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sumut, mengusir seorang wartawan iGlobalNews.com yang ingin meliput acara pelantikan dan serah terima jabatan dan pergantian jajaran tinggi Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara yang dilaksanakan di Aula Sasana Cipta Kertha, Gedung Kejati.

IMG_20180813_160817

Kasipenkum Sumanggar Siagian

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sumut yang bernama Sumanggar Siagian, semena – mena mengusir dengan ucapan yang tidak mengenakan dan berucap hanya wartawan media televisi saja yang boleh meliput, sambil menutup tirai aula tempat acara dilaksanakan, jelas Awaludin Lubis wartawan iGlobalNews.com yang diusir.

Atas kejadian itu, Ketua Umum Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), Taufiq Rachman, yang menerima laporan geram dan mengingatkan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Bambang Sugeng Rukmono untuk menegur anak buahnya itu untuk sopan terhadap wartawan manapun dan mengingatkan ancaman pidana pelanggaran UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Bukan hanya Ketua Umum IPJI, tetapi Tedjo Edhi, mantan Menteri Kordinator Politik Hukum dan Keamanan Republik Indonesia yang adalah Penasehat Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (PWO IN) pun turut komentar.

Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno sangat menyesali pengusiran wartawan yang terjadi di Medan itu.

” Apa tidak ada yang lebih sopan? Bicara saja baik – baik jika memang kegiatan tidak bisa diliput. Toh wartawan akan mengerti karena mereka dibatasi dengan kode etik,” ujar mantan Menko Polhukam ini saat ditanyakan tanggapannya via seluler, Senin (13/8).

Menurut mantan KSAL yang juga baru dinobatkan sebagai Penasehat Sekber Pers Indonesia (Sekber Pers Indonesia adalah gabungan organisasi Pers yang baru terbentuk pasca aksi solidaritas meninggalnya wartawan Muhamad Yusuf di Lapas Kotabaru, Kalimantan Selatan yang dijerat pelanggaran UU ITE atas berita yang dibuatnya) ini, menilai bahwa cara – cara arogan sudah tidak zamannya lagi. Wartawan itu teman, jangan dianggap musuh, ujar Tedjo.

Diketahui bahwa Awaludin Lubis wartawan yang menerima perlakuan tidak mengenakan itu menirukan ucapan Sumanggar Siagian,” Sana – sana, tidak boleh masuk. Ini khusus wartawan TV yang diundang,” ujar Awaludin menirukan ucapan Kasipenkum.
(Tim JN)