Minta Jalur Akademi Dibuka Ditiap Sekolah, 300 Massa Perkara Kepung Disdik Kota Bandung

IMG-20180801-WA0332

JAYANTARANEWS.COM, Bandung

IMG_20180628_215930

Sekitar 300 orang massa dari unsur LSM Pemerhati Kinerja Aparatur Negara (PERKARA) dan masyarakat Kota Bandung, melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Disdik Kota Bandung, Jalan Ahmad Yani No 237 Bandung, Jawa Barat.

Massa menuntut Disdik Kota Bandung melakukan evaluasi serius terhadap sistem Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB). ” Setiap tahun, PPDB menimbulkan kekisruhan. Kebijakan PPDB gagal memahami kondisi di lapangan dan ini jadi preseden buruk bagi dunia pendidikan Indonesia,” kata Ketua LSM Perkara Pius Manalu dalam orasinya.

Dalam aksinya, massa menyampaikan 14 tuntutan, diantaranya, setiap sekolah harus memberlakukan jalur akademi  dengan kuota 50 persen. Mereka juga menuntut adanya perubahan jalur zonasi karena dinilai menggerus motivasi siswa untuk mendapatkan nilai tinggi dari ujian nasional. ” Ini bicara pendidikan, setidaknya nilai harus jadi barometer. Nah, jalur zonasi nilai tidak jadi pertimbangan. Dampaknya banyak siswa yang nilainya tinggi tidak bisa masuk sekolah negeri,” ujar Pius.

IMG-20180801-WA0331

Massa diterima oleh Hadi, Kabid SMP Disdik Kota Bandung. Sebelumnya, massa menolak perwakilannya berkomunikasi di dalam kantor. Massa meminta pihak Disdik berkomunikasi di halaman kantor. Saat komunikasi, terjadi perdebatan antara Hadi dan Pius.
Hadi mengatakan, terkait tuntutan penambahan jumlah rombel tidak dapat dipenuhi. Alasannya, rombel sudah ditetapkan berjumlah 32 siswa. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas pendidikan. ” Rasionya, tidak ada sekolah yang jumlahnya lebih dari 32 rombongan belajar. Ini untuk menjaga kualitas pendidikan,” bebernya.

Pernyataan Hadi dibantah Pius. Pius mengatakan, dalam kenyataannya di lapangan tidak demikian. Untuk membuktikannya, Pius sempat mengajak Hadi untuk melakukan pemeriksaan ke lapangan.

Selanjutnya, tuntutan soal dibukanya jalur akademi di sekolah, Hadi menjelaskan soal tersebut sedang dalam proses evaluasi.

Irvan, peserta unjuk rasa lain menuturkan secara teknis pelaksanaan sistem PPDB justru menyulitkan masyarakat.
” Jalurnya terlalu banyak, faktanya banyak masyarakat yang bingung. Jangan sampai niatnya PPDB ini justru malah menyulitkan masyarakat,” tutur Ivan.

Tidak ada titik temu dalam komunikasi tersebut. Massa juga mengaku kecewa lantaran Kepala Disdik Kota Bandung tidak dapat ditemui karena sedang tidak berada di tempat. Massa akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka berjanji akan melakukan unjuk rasa kembali dengan jumlah yang lebih besar. (Dd JN)