Rawan Begal & Kecelakaan, Dampak Minimnya PJU Di Wilayah Karawang

JAYANTARANEWS.COM, Karawang

IMG_20180628_215930

Masih minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah Karawang, sering kali menjadi keluhan masyarakat. Selain sering terjadinya tindak kejahatan seperti pembegalan, minimnya PJU juga menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas, kususnya bagi kendaraan roda dua. Kondisi seperti ini sering kali dikeluhkan oleh para pengguna jalan di malam hari.

Tak terkecuali, dialami juga oleh Pemerhati Politik dan Pemerintahan Karawang.

Andri Kurniawan, yang selama ini terus fokus menyikapi berbagai macam persoalan yang ada di Karawang, bercerita soal pengalamannya mengenai kondisi jalan yang masih minim PJU.

” Untuk efisiensi waktu, saya pun sering dan bahkan nyaris hampir setiap hari menggunakan kendaraan roda dua. Karena memang untuk aktivitas di dalam kota, lebih efektif menggunakan kendaraan roda dua. Untuk menghindari kemacetan, dan kondisi jalan yang sempit,” ujarnya.

Tapi persoalannya, jika malam hari, kadang kerepotan juga ketika melewati totoang yang gelap. Sudah kondisi jalannya jelek, berlubang dan bergelombang, ditambah minimnya penerangan. Sehingga ada keterbatasan jarak pandang, apa lagi bagi yang kondisi matanya sudah kurang stabil. Bisa sangat repot sekali, kondisi penglihatan dapat terganggu.

” Untuk hal ini, saya menyarankan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang lebih prioritas terhadap anggaran untuk PJU. Karena memang sangat penting sekali, khususnya di sekitaran totoang, agar dapat meminimalisir angka kecelakaan dan meminimalisir tindak kejahatan jalanan. Tinggal didata saja, ada berapa totoang dari 30 Kecamatan dan 309 Desa serta Kelurahan yang ada di Karawang ini,” tegas Andri.

” Jika memang bisa diupayakan pada anggaran perubahan 2018 ini, kenapa tidak untuk diprioritaskan. Kalau pun memang tidak bisa, saya harapkan di anggaran murni 2019 nanti harus benar – benar prioritas,” pungkas Andri dikonfirmasi JAYANTARANEWS.COM, Senin (20/8). (Tim JN)