Meningkatnya Harga Tukar Dolar, Indonesia Dalam Ancaman Krisis Ekonomi

IMG-20180914-WA0145

JAYANTARANEWS.COM, Jakarta

IMG_20180628_215930

Dalam forum diskusi publik dan deklarasi yang dilaksanakan oleh Konsorsium Nasional Pemuda Indonesia (KONAS PI)  di Rumah Makan Mie Aceh Menteng Jakarta Pusat yang dipandu oleh Presidium II KONAS PI Nadia x Presma Universitas Jayabaya, menilai bahwa kenaikan harga mata uang dolar saat ini cukup berpengaruh dan berdampak pada hengkangnya para investor, bahkan bahan pokok di daerahpun tidak stabil.

Hal tersebut disampaikan oleh Pemateri 1 sekaligus Presidium III KONAS PI Doni Manurung. ” Kenaikan harga mata uang dolar saat ini cukup berpengaruh dan berdampak terutama mengakibatkan  para investor hengkang, bahan pokok di daerah tidak stabil dan Pemerintahan Jokowi hanya mementingkan kepentingan sendiri dan membelakangi hal – hal yang krusial”.

Yasmin Dahlan juga menambahkan,” dampak dari kenaikan dolar juga berefek pada meningkatnya nilai pembayaran hutang negara terhadap asing, apalagi saat ini hutang negara mencapai Rp 5.425 Triliun, menurut berita yang dirilis oleh CNN,” bebernya.

Menurutnya,” saat ini negara Indonesia berada dalam ambang krisis ekonomi dan negara harus punya langkah cerdas jangan sampai akibat kenaikan harga dolar ini membebani masyarakat dalam waktu yang panjang”.

Sedangkan menurut Presidium I Ayatturahman A Maliq,” Disaat ekonomi negara terpuruk seperti ini, seharusnya Pemuda Indonesia mengambil langkah intelektual. Namun anehnya, di negara kita saat ini hanya emak – emak yang punya semangat bergerak dalam mengawal persoalan keterpurukan ekonomi di Indonesia,” imbuhnya.

Bambang Irawan juga menambahkan,” melemahnya nilai tukar rupiah atas dolar tidak bisa dilihat dari satu sisi, harus dilihat secara utuh, ungkapnya.

Menurutnya, salah satu yang menjadi faktornya adalah iklim politik yang tidak stabil sehingga mengakibatkan investor tidak nyaman berinvestasi dikala krisis melanda Indonesia. ” Elit – elit politik nasional harus fokus untuk menangani krisis yang terjadi saat ini, bukan saling menuduh dan menghujat meski sekarang momennya menjelang Pilpres. Elit – elit politik nasional sekarang harus berorientasi menyelesaikan masalah krisis ekonomi yang kini dihadapi Indonesia dengan upaya meyakinkan investor, bahwa situasi ini dapat dilewati secepatnya,” pungkasnya. (Dhy JN)