Terkait Dugaan Pungli Di SDN Percobaan Cileunyi, Kadisdik Kab Bandung Angkat Bicara!

IMG-20180919-WA0181

JAYANTARANEWS.COM, Bandung

IMG_20180628_215930

Kasus dugaan pungutan di SD Percobaan Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, sudah berlangsung sejak lama, dari tahun 2012 sampai 2018, ketika permasalahan muncul, sebagaimana diungkapkan Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) perihal pungutan selama ini, Kamis, (20/09/2018).

Kadisdik Kabupaten Bandung Juhana menyampaikan ke awak media,” Kami sudah memberikan teguran kepada Kepala Sekolah SDN Percobaan Cileunyi, terkait apapun kegiatan sumbangan, iuran ataupun pungutan liar di dalam sekolah kepada siswa dan orang tua murid. Ini merupakan bentuk pungutan yang dilakukan oleh komite sekolah dengan pihak sekolah, sehingga ini akan menjadi permasalahan besar dan citra negatif pendidikan di Kabupaten Bandung.

Baca berita terkait: <a href=”Kadisdik Harus tanggung Jawab, SDN Percobaan Pungut Biaya Sekolah Atas Izin Dinas – http://jayantaranews.com/kadisdik-harus-tanggung-jawab-sdn-percobaan-pungut-biaya-sekolah-atas-izin-dinas/”>

Memang pada tahun 2012, terkait sumbangan dan iuran di sekolah di perbolehkan, tetapi dengan keluarnya Permendikbud No 75 Tahun 2016, tidak boleh ada pungutan apapun di lingkungan sekolah, ujar Juhana.

banyak pelanggaran yang dilakukan dalam kasus pungutan di sekolah dan diduga terorganisasi. Sebab, kepala sekolah dan guru PNS menerima dana dari pungutan ke orang tua siswa tersebut.

Forum Orang Tua Siswa (FORTUSIS) Erwin Harahap, M.Sc.MCE menyampaikan ke awak media, kasus yang sudah mengendap bertahun – tahun itu harus segera diusut tuntas oleh semua pihak terkait. Menurutnya, kepala sekolah harus diberi sanksi termasuk komite sekolah juga harus dibubarkan dan dibentuk baru karena yang ada sekarang sudah tidak sehat.

” Saya menjelaskan kepada mereka sesuai Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016, tidak boleh ada pungutan apapun di sekolah,” ujarnya.

Kepala UPT Cileunyi Ruswan menuturkan, pihaknya sudah memanggil Kepala Sekolah SDN Percobaan Cileunyi untuk diminta keterangan terkait sumbangan atau pungutan di sekolah dan pihak sekolah sudah ditegur, sehingga kami sampaikan kegiatan ini harus diberhentikan.

Menurutnya, pihak UPT sudah beberapa kali melakukan investigasi dan menemukan temuan. Jika benar terdapat pungutan Rp 3 juta di awal penerimaan sekolah dan Rp 70.000 iuran per bulan. “Saya baru tahu persis ketika menjabat 2018,” ungkapnya.

Ketua Komite SDN Percobaan Cileunyi, Pipin Saripin sewaktu dikonfirmasi terkait pungutan yang terjadi di SDN Percobaan menjelaskan,” Saya melakukan iuran dari orang tua murid memang udah ada persetujuan dari UPT dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung tahun 2012. Pungutan dilakukan karena kesepakatan semua orang tua siswa yang tidak merasa keberatan. Namun, ia mengaku khawatir jika pungutan dihilangkan berdampak pada kinerja guru honorer yang memperoleh operasional dari sana, uang iuran itu tidak semuanya orang tua murid memberikan, sehingga kami ini bukan kegiatan pungli, tapi iuran orang tua murid,” ujarnya.

Ketua PGRI Cileunyi Supendi, S.Pd menyampaikan ke awak media,” terkait permasalahan SDN Percobaan, kami menyayangkan kepada Ketua Komite yang menyudutkan kepala sekolah, padahal hasil dari pernyataan kepala sekolah kepada kami, pungutan yang dilakukan kepada orang tua murid semua uang ada di komite, sehingga kegiatan ini kami minta diberhentikan karena sudah melanggar Permendikbud No 75 Tahun 2016, yaitu tidak boleh ada pungutan apapun di lingkungan sekolah.

Kepala sekolah SDN Percobaan Bandung sewaktu didatangi ke kantor kerjanya tidak ada di tempat. Kami pun mendapat informasi dari security sekolah, bahwa kepala sekolah lagi sakit, ujar Dedi. (Yopi)