DiBack Up Oknum Wartawan, PGT Buang Limbah Ke Kali Cigorowong Nagreg

IMG_20181010_133712

JAYANTARANEWS.COM, Bandung

IMG_20180628_215930

Pabrik Gondolen dan Terpentin (PGT) yang berlokasi di Jalan Gunungbatu Desa Nagregkendan, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, dimana perusahaan itu bergerak dibidang pengolahan getah pinus menjadi bahan kosmetik, gondo, dan terpertin, ternyata dalam pembuangan limbahnya diduga tidak melalui proses Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Limbah yang dibuang tanpa proses itu, mengakibatkan bau dan berdampak gatal – gatal pada warga bila tersentuh kulit.
Hal ini jelas menjadi sorotan warga, karena limbah B3 tersebut jelas – jelas dibuang langsung tanpa proses melalui saluran limbah yang panjangnya sekitar 1 Km. Hal demikian seperti diungkapkan salah seorang warga Kampung Wargamulya RT 04 RW 01, yang enggan disebut namanya. ” Sebagai warga, saya sangat prihatin. Di tengah – tengah Pemerintah memerangi limbah, ini malah membuang limbah sembarangan. Jadi dimana letaknya keadilan Pemerintah dan aparat, seolah tutup mata saja,” jelasnya.

Sementara itu, saat dihubungi pihak PGT yang diwakili oleh Kabag SDM dan Umum, Edi mengatakan. ” Untuk masalah limbah, saya tidak bisa menjelaskan, karena itu bukan kewenangan saya dalam menjelaskan tentang limbah. Namun yang lebih berwenang adalah manager saya Pak Nandang,” ungkapnya.

Disisi lain, Nandang saat dimintai keterangan melalui telepon selulernya dengan nada emosi mengatakan. ” Sebenarnya ada apa dengan banyaknya wartawan yang datang ke sini, hampir membrudul, dan sebenarnya masalah limbah sudah beres dan tidak ada apa – apa, bahkan dari pihak DLH pun sudah tidak ada masalah, sedangkan untuk masalah ini kan sudah di Back Up oleh wartawan inisal H. Jadi untuk apa mempermasalahkan lagi. Kalau wartawan mau datang, silahkan silaturahmi, saya tidak apa – apa!, tapi jangan sampai mempermasalahkan yang lain, karena di perusahan saya apa ada pencurian motor atau apa,” ungkap Nandang dengan nada emosinya.

Limbah B3 dari PGT yang sudah memberikan racun dan berdampak gatal – gatal dan bau itu, seakan dibiarkan membuang limbah tanpa melalui proses pengolahan limbah.

PGT yang sudah berjalan lama membuang limbah tanpa proses, membuat berang salah seorang anggota BPD Desa Citaman Teteng. ” Jangan ada kongkalikong dalam masalah limbah. Saya tahu persis dampak dari limbah pabrik yang tanpa proses, yang akan terkena dampak adalah masyarakat sekitar, dan masalah limbah PGT, saya sangat mengecam sekali dan perlu adanya penanganan dari aparat yang berwenang, bila perlu ditutup saja karena yang kena dampaknya adalah warga saya Desa Citaman,” ungkap Teteng. (Asep BOM)