Emil Bertekad KOPI Jabar MENDUNIA, Komarudin Usulkan Program Bapak Asuh Kopi

JAYANTARANEWS.COM, Jawa Barat

IMG_20180628_215930

Tekad Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang ingin menjadikan kopi asal Jawa Barat mendunia, direspon positif Administratur Perhutani KPH Bandung Utara, Komarudin.

Hal tersebut lantaran berdampak positif terhadap mata rantai bisnis kopi ditingkat hulu, yakni para petani kopi, yang banyak tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH).

Menurut Komarudin, pola bapak asuh bisa diterapkan untuk meningkatkan kualitas dan produktifitas kopi.

” Pelaku usaha kopi bukan hanya di pasar saja, tapi ada bapak asuh. Kita sambungkan pelaku pasar agar punya petani binaan,” ujar Komarudin, melalui sambungan WhatsApp, Selasa (16/10/2018).

Pola bapak asuh nantinya akan membantu pengadaan pupuk, biaya pemeliharaan sampai ke pemasaran hasil panen kopi.

Pola bapak asuh kopi, lanjut Komarudin, akan memperkuat peta kekuatan kopi khususnya di wilayah kawasan hutan Bandung Utara.

” Pola bapak asuh ini nantinya akan mempermudah peta kekuatan kopi. Dari mulai produksi, jenis dan kualitas,” tandasnya.

Penanaman kopi di Jawa Barat banyak ditanam di lahan hutan yang dikelola Perhutani. Diantaranya, di kawasan hutan Perhutani Bandung Utara. Penanaman dilakukan melalui sistem Pemanfaatan Lahan Dibawah Tegakan (PLDT).

Kawasan Hutan Perhutani Bandung Utara, dikenal menghasilkan varietas kopi unggulan. Seperti Kopi Burangrang,  Lembang dan Palasari Manglayang. Dan optimalisasi kopi terus dilakukan melalui pemetaan lahan.

” Kami lakukan pemetaan. Di Bandung Utara ini, ada lahan yang sudah ditanami kopi dan hasilnya bagus, ada yang sudah ditanami tapi kurang optimal, dan ada yang belum ditanami kopi. Makanya kami menyambut baik upaya Gubernur Jawa Barat menjadikan Kopi Jabar mendunia. Ini semoga bisa mendorong pola bapak asuh kopi,” bebernya.

Sementara itu, untuk mendorong Kopi Jawa Barat mendunia, Pemprov Jabar sudah menyiapkan beberapa jurus jitu, diantaranya dengan meningkatkan volume ekspor serta pembuatan cafe kopi bertaraf internasional.

” Bukan hanya soal ekspor, kita juga akan membuat cafe bertaraf internasional dan kopinya dari Jawa Barat,” ujar Emil pada event “Kopi Saraosna” ke 6 di kawasan Gedung Sate Bandung pekan kemarin.

Emil, sapaan akrab Gubernur Jabar ini, optimis, lantaran kopi asal Jawa Barat berhasil menjuarai ajang kompetisi kopi tingkat dunia.

Tidak main – main, untuk mendongkrak Kopi Jabar, sudah didirikan sekolah kopi di wilayah Tanjung Sari, Sumedang.

” Kita sudah memulai sekolah kopi di Tanjung Sari. Lulusannya bisa kerja di seluruh dunia, tidak hanya barista, bisa budidaya, ngeroasting juga bisa dan lulusannya ada sertifikatnya,” pungkas Emil. (f-sas)